Legenda MU ini Tak Setuju Liverpool Juara Premier League

 

Liverpool bisa keluar sebagai juara Premier League musim ini jika kompetisi pada akhirnya benar-benar dihentikan. Namun, banyak pihak yang tak setuju termasuk legenda Manchester United, Peter Schmeichel.

Seperti diketahui, sebelum pandemi Virus Corona membuat Premier League terhenti sementara waktu, Liverpool memang sedang berada di puncak klasemen sementara. Skuat besutan Jurgen Klopp tersebut sedang unggul 25 poin atas penghuni posisi kedua, Manchester City.

Artinya, dengan fakta bahwa hanya ada 9 pertandingan tersisa, Liverpool membutuhkan 6 poin saja atau dua kemenangan untuk mengunci gelar juara musim ini. Jika semua berjalan sesuai rencana, seharusnya Liverpool berpeluang untuk juara pada akhir bulan Maret.

Akan tetapi, Pandemi Corona membuat rencana tersebut buyar. Premier League ditangguhkan, awalnya sampai 30 April mendatang, namun putusan terbaru membuat Liga tertunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Dengan fakta bahwa pandemi ini belum juga mereda, maka kelanjutan kompetisi pun menjadi semakin tak jelas. Situasi tersebut memunculkan gagasan agar Premier League sebaiknya dihentikan saja sementara waktu.

Jika langkah itu diambil, maka Liverpool akan dijadikan sebagai juara musim ini. Banyak orang yang sepakat jika mengingat jarak antara Liverpool dan Manchester City, tetapi tidak sedikit yang menolaknya.

Termasuk salah satunya legenda Manchester United, Peter Schmeichel. Menurutnya, unggul 25 poin tak berarti apapun jika tidak bisa menyelesaikannya hingga musim berakhir.

“Unggul 25 poin? Jadi ini sungguh menyedihkan buat mereka, tapi anda harus menyelesaikannya. Anda harus memenangkannya, agar anda bisa mengatakan bahwa andalah juaranya,” ujar Schmeichel dalam sesi tayangan langsung di media sosial Instagram.

Lebih lanjut, sang kiper legendaris juga percaya bahwa Liverpool sendiri tidak akan menerima jika diberikan gelar juara begitu saja tanpa harus melewati laga-laga yang menantang.

“Jika anda menjadi Liverpool, akankah anda menerima jika diberi seperti itu? Di Belgia, mereka memberikan trofi ke Club Brugge. Apakah begitu caranya kami bisa memenangkan kejuaraan?” tambahnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Liga Super Belgia memang telah dihentikan, dan gelar juara diberikan kepada pemuncak klasemen sementara, Club Brugge.

Tak Semua Pemain Juve Sepakat Gajinya Dipangkas

Baru-baru ini, muncul kabar bahwa Juventus telah menerapkan kebijakan pemotongan gaji semua pemain mereka menyusul pandemi Virus Corona. Meski kebijakan tersebut pada akhirnya diterima, namun tak semua pemain lantas mencapai kata sepakat.

Pandemi Virus Corona memang sedang mewabah hebat di Italia. Setidaknya sampai berita ini diturunkan ada lebih dari 90 Ribu kasus positif COVID-19 ditemukan di Negeri Spaghetti. Alhasil, Pemerintah menghentikan semua aktivitas luar ruangan, termasuk sepakbola.

Wabah ini juga membuat Juventus selaku juara bertahan kompetisi, menghentikan segala aktivitas klub. Mereka mewajibkan para pemain untuk melakukan karantina mandiri.

Seiring dengan keputusan tersebut, artinya kompetisi tak berjalan, pemasukanpun mandeg. Menghindari kebangkrutan, akhirnya Juventus melakukan kebijakan yang sama seperti klub-klub lain, yakni memotong gaji pemain.

“Kesepahaman tersebut mewujudkan pengurangan kompensasi mereka untuk bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020. Beberapa pekan ke depan, kesepakatan pribadi dengan para pemain dan pelatih akan diselesaikan, seperti yang diminta peraturan saat ini.”

“Jika sisa pertandingan musim ini dilanjutkan, klub bakal kembali bernegosiasi dengan para pemain dan pelatih perihal peningkatan bersyarat kompensasi mereka musim ini.” Demikian pernyataan resmi Juventus.

Para pemain Bianconneri disebut-sebut telah menyetujui kebijakan tersebut. Namun, pada awalnya tidak semua mencapai kata sepakat, sebagaimana diungkapkan oleh Paulo Dybala.

“Chiellini berbicara kepda presiden, lalu kepada pemain. Kami berbicara soal itu, ada beberapa opini yang berbeda, ada pemain yang kekurangan satu atau dua pertandingan untuk mencapai suatu klausul, tapi inilah hal terbaik yang bsa dilakukan,” ujarnya ke AFA.

Meski demikian, akhirnya semua pemain sepakat dengan pemotongan gaji ini. Sikap juventus lantas mendapat pujian dari berbagai pihak. Akhirnya banyak yang mengikuti jejak Bianconneri seperti Barcelona misalnya.

Kabar inipun dikonfirmasi langsung oleh kapten sekaligus pentolan utama Barcelona, Lionel Messi. Dikatakan bahwa para pemain sepakat untuk pemangkasan gaji sampai 70 Persen.

Bahkan, para pemain Barcelona akan mengumpulkan pundi-pundi uang demi membayar gaji karyawan klub selama masa pandemi ini berlangsung.

Serie A Italia sendiri sedang ditangguhkan, rencananya kompetisi baru bergulir lagi pada akhir Mei 2020 mendatang. Itupun jika situasinya memang sudah membaik.

Liga Primer Bisa Tertunda Lebih Lama, Begini Alasannya

Kendati ada gagasan untuk menggulirkan kompetisi tanpa penonton, Legenda MU Garry Neville tampak pesimis bahwa Premier League bisa berlangsung lagi akhir April mendatang.

Pandemi Corona memang memaksa pemerintah di Negara-Negara Eropa untuk melakukan tindakan pencegahan. Di Inggris misalnya, pertandingan Sepakbola Premier League yang memicu kerumunan akhirnya ditunda sampai tanggal 30 April 2020 mendatang.

Bukan tanpa alasan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menginstruksikan semua negara untuk menerapkan kebijakan Social Distancing. Hal tersebut diterapkan demi menekan angka penyebaran Virus corona yang semakin mengkhawatirkan.

Otoritas Premier league sendiri telah menunda jadwal pertandingan sampai 30 April 2020 mendatang. Bisa saja lebih lama tergantung pada kondisi yang ada. Namun, muncul gagasan untuk memaksa kompetisi bergulir tanpa kehadiran penonton.

Namun, Garry Neville tampak meragukan hal tersebut. Pasalnya, sebuah pertandingan sepakbola tak hanya memerlukan kehadiran para pemain kedua tim, tapi juga ambulan, tenaga medis dan lainnya. Sedangkan mereka para tenaga Medis kini sedang sibuk menangani pasien Covid-19.

“Saya kira, saat ini tidak ideal membayangkan bagaimana sepak bola dilanjutkan lagi pada tiga-empat bulan ke depan, mengingat fakta bahwa kita baru saja menerima keputusan karantina wilayah,”

“Sepak bola tidak bisa kembali sebab sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan stadion, seperti polisi dan pelayanan ambulans, tidak akan tersedia sampai beberapa bulan ke depan. Mereka jelas bakal sibuk di setiap rumah sakit dan menjaga mereka yang terbaring lemah, yang paling membutuhkan,” ujar Neville kepada CNN.

Legenda Manchester United itu sadar bahwa ada sangat banyak pihak yang merugi jika sepakbola tak dilanjutkan kembali. Namun, yang harus dipikirkan dan diutamakan sekarang ini adalah kesehatan serta keselamatan semua orang.

“Kesehatan tetap yang utama, baik itu kesehatan fans, para pemain, staf, orang-orang yang memasuki stadion. Hal yang paling penting adalah kita baru akan menghadapi krisis paling besar untuk negara ini [UK],” tandasnya.

Premier League sendiri terbilang ‘terlambat’ melakukan tindakan preventif ini. Ketika Mikel Arteta (Pelatih Arsenal) dan Callum Hudson Odoi (Pemain Chelsea) telah positif terjangkit Corona, barulah mereka menunda kompetisi.

Pablo Mari Ingin Bertahan Lama di Arsenal

Meski baru memasuki bulan ketiga sejak bergabung dengan Arsenal, bek Brazil, Pablo Mari mengaku sudah betah di klub London tersebut.

Arsenal memang mendatangkan bek anyar pada kesempatan bursa transfer musim dingin Januari kemarin. Pemain tersebut tidak lain adalah Pablo Mari, yang mereka beli dari klub Brazil, Flamengo.

Pemain berusia 23 tahun tersebut dipinjam selama setengah musim, dengan opsi pembelian permanen pada musim panas mendatang.

Artinya, Pablo Mari merupakan rekrutan pertama Arsenal dibawah arahan Mikel Arteta. Tak lama berselang, datang Cedric Soares yang dibeli dari Southampton pada deadline day bursa transfer tengah musim.

Sejauh ini, faktanya Pablo Mari belum begitu banyak mendapat kesempatan bermain di Arsenal. Dia baru bermain di dua pertandingan saja. Namun demikian, sang pemain mengaku tetap bahagia bersama klub Premier League tersebut.

Bahkan, Pablo Mari ingin bertahan lama di klub London utara, karena merasakan atmosfer yang positif sejauh ini.

“Saya ingin bermain di salah satu liga terbaik di dunia dan sekarang saya di sini. Saya akan melakukan yang terbaik bagi tim, klub, meraih banyak kemenangan dan juga untuk fans agar mereka bisa menikmatinya bersama saya. Saya ingin bermain selama bertahun-tahun di sini bersama Arsenal. Saat ini saya merasa sangat bahagia,” ujar Mari seperti dikutip Goal International.

Lebih lanjut, sang defender berharap agar Arsenal bisa membelinya secara permanen pada bursa transfer musim panas mendatang.

“Ya, tentu saja. Saya sangat bahagia di sini,” jawab Mari ketika ditanya apakah ia ingin statusnya di Arsenal menjadi permanen.

Karena bertekad bisa bertahan lama di Arsenal, Pablo Mari lantas bertekad untuk melakukan yang terbaik di sisa musim ini.

“Saya akan mencoba dan melakukan yang terbaik hingga akhir musim. Saya juga berharap klub senang dengan saya dan kemudian kita akan mencari solusi yang baik untuk semuanya,” tukasnya.

Arsenal sendiri terancam kembali gagal bermain di ajang Liga Champions Eropa musim depan setelah tersingkir dari ajang Liga Europa. Di klasemen sementara Premier League, mereka juga duduk di posisi ke-9.

Liverpool Haram Kalah dari Chelsea

Gerard Houllier tidak khawatir saat melihat bekas tim asuhannya, Liverpool, menelan kekalahan atas Watford. Namun ia memberi peringatan bahwa sebuah klub besar tidak pernah merasakan pengalaman kalah dalam dua laga beruntun.

Siapa saja pasti mengakui bahwa Liverpool adalah klub terbaik pada kampanye musim 2019/20 ini. Bagaimana tidak ? Pasukan Jurgen Klopp memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 22 poin atas rival terdekat, Manchester city.

Selain keunggulan poin yang sangat tegas tersebut, Liverpool juga faktanya belum menelan kekalahan sampai akhirnya menjalani pekan ke-28 melawan Watford, Minggu kemarin (01/03).

Pada awalnya, Tim Marseyside diprediksi tidak akan kesulitan menang di markas Watford mengingat tuan rumah berada di Zona Degradasi pada klasemen sementara.

Tapi siapa sangka, pada akhirnya Liverpool telan kekalahan dengan skor telak 0-3. Meski demikian, Liverpool masih tetap punya peluang besar untuk memenangkan gelar Premier League musim ini.

Gerard Houllier selaku mantan pelatih The Reds sama sekali tidak mempermasalahkan kekalahan tersebut. Kekalahan dari Watford menurutnya bukanlah akhir dari dunia.

“Pada hari itu saya berpikir kalau Watford memiliki intensitas yang lebih besar dalam permainan mereka. Namun ini bukanlah akhir dari dunia. Hal ini kerap terjadi,” ujar Houllier kepada talkSPORT.

Hanya saja, yang dicemaskan adalah pertandingan berikutnya melawan Chelsea. Dia berharap agar Liverpool tidak kalah lagi. Jika kalah dua kali secara beruntu, makan the Reds dianggapnya bukan tim besar.

“Pertandingan berikutnya adalah yang paling penting untuk Liverpool. Sebuah tim besar tidak menelan kekalahan dua kali secara berturut-turut. Itulah yang saya pikirkan,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Liverpool akan menghadapi Chelsea dalam babak putaran kelima Piala FA tengah pekan ini. Laga tersebut akan digelar di Anfield. Jika bicara di atas kertas, tentu saja Liverpool tampak lebih unggul dibandingkan pasukan Frank Lampard.

Barulah setelah itu, The Reds akan berhadapan dengan Bournemouth dalam lanjutan Premier League tiga hari berselang.

Dengan sisa 10 pertandingan musim ini, rasanya sulit bagi Manchester City memangkas jarak dengan Liverpool yang ada di puncak klasemen.

Pep Guardiola Ingin City Tiru Real Madrid

Jelang pertandingan melawan Real Madrid, pelatih Manchester City Pep Guardiola tampak begitu antusias. Dia bahkan ingin agar Citizen bisa meniru jejak Los blancos sebagai tim tersukses di ajang Liga Champions Eropa.

Sebagaimana diketahui, Manchester City akan bertandang ke Santiago Bernabeu guna melakoni pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa tengah pekan besok, Kamis (27/02). Berbicara tentang prestasi kedua tim di panggung Eropa, kedua tim ini memiliki nasib yang berbeda.

Real Madrid berhasil menjadi ‘Raja’ Liga Champions Eropa dengan mengoleksi 13 trofi juara, yang terbanyak dalam sejarah. Sementara itu Manchester city belum pernah sekalipun memenangkan gelar juara di ajang tahunan ini.

Tentu saja ekspektasi meninggi dibawah komando Pep Guardiola, terutama setelah City menjuarai Premier League selama dua musim beruntun. Selama periode tersebut, Pep belum pernah mengantarkan City meraih gelar Liga Champions Eropa.

Berbicara mengenai hal tersebut, mantan pelatih Barcelona ini lantas menegaskan bahwa salah satu faktor untuk bisa menjuarai Liga Champions adalah pengalaman. Sedangkan saat ini, klub hanya memiliki segelintir pemain yang punya pengalaman tersebut.

“Mungkin Claudio [Bravo] pernah menjuarai Liga Champions dan pemain lainnya. Kami tidak punya banyak pemain yang pernah menjuarainya. Tapi kami butuh hasrat untuk bisa memenangkannya dan menjadi diri sendiri,” ujar Guardiola dikutip dari Goal International.

Lepas dari itu, Pep Guardiola menyatakan kekagumannya terhadap Real Madrid. Meski dulu, Real Madrid adalah rival baginya sebagai pelatih Barcelona, tapi kini sang manajer ingin agar Citizen bisa meniru jejak sang ‘raja’ Liga Champions Eropa tersebut.

“Mereka adalah klub yang ingin kami tiru serta imitasi dan kami harus bisa berada di sana. Saya ingin ke sana dan pada akhir permainan berkata ‘Kami adalah kami’. Inilah yang terpenting dalam kompetisi seperti ini,”

“Bagi kami berada di sini sangatlah menyenangkan, bagus dan kami akan mencoba melakukan yang terbaik, tahu bahwa kami bermain melawan tim yang telah memenangkan Liga Champions 13 kali dan rajanya,” pungkasnya.

Adapun Real Madrid terakhir kali menjuarai Liga Champions Eropa di musim 2017/18 lalu, kala itu mereka berhasil kalahkan Liverpool di babak final.

Masa Depan Icardi ? Wanda Nara Beri Jawaban Seperti Ini

Bagaimana masa depan striker Argentina, Mauro Icardi saat ini masih jadi tanda tanya. Meski performanya bersama Paris Saint-Germain terbilang moncer, tapi belum ada tanda-tanda sang pemain akan ditebus secara permanen oleh raksasa Ligue 1 Prancis tersebut.

Sebagai informasi, Icardi memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya bersama Inter Milan yang telah berjalan selama enam tahun. Mantan pemain Sampdoria tersebut sepakat untuk menjalani masa pinjaman bersama Paris Saint-Germain selama musim 2019/20 bergulir.

Sejak bergabung, Icardi langsung tampil gemilang bersama dengan Les Parisiens. pemain berumur 27 tahun itu mengantongi 19 gol dan empat assist dari 28 kali penampilan di semua kompetisi. Bahkan, Icardi berhasil menggeser Edinson Cavani dari skuat utama Les Parisiens.

Jika ingin menebus Icardi secara permanen, PSG bisa menebusnya senilai 70 Juta Pounds di akhir musim.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada tanda-tanda bahwa Paris Saint-Germain akan membayar jasa Icardi secara permanen. Tak ayal, masa depan sang pemain masih jadi teka-teki sampai saat ini. Apakah dia akan permanen di PSG atau bergabung dengan klub lain.

Ada yang menyebut bahwa Icardi bisa jadi incaran Juventus pada musim panas mendatang, dan dia juga mungkin kembali ke Inter Milan. Bicara mengenai hal ini, Agen sekaligus istri Icardi, Wanda Nara mengaku masih buta.

“Akankah Mauro pindah ke Juventus? Saya tidak tahu. Saya tak tahu apakah tahun depan kami akan kembali ke Milan atau Paris. Dalam sepak bola, anda tidak akan pernah tahu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wanda Nara mengakui bahwa sepenuhnya keputusan ada di tangan Icardi sendiri, lantaran sang pemain yang tahu apa yang terbaik untuknya di masa mendatang.

“Dia akan memilih dan kami akan mengikutinya. Sulit bagi anda untuk berdebat karena saya mengenal Mauo dengan sangat baik dan tahu persis apa yang ia inginkan sebagai pesepakbola. Itulah yang membuatnya menjadi seorang pria yang hebat. Saya akan mengikuti pilihannya sebagai istri dan juga agennya untuk pengamanan ekstra,” pungkasnya.

Selain Juventus, Manchester United kabarnya juga tertarik untuk memboyong servis penyerang Argentina tersebut.

Emre Can Resmi Permanen Gabung Borussia Dortmund

Jelas sudah masa depan gelandang Internasional Jerman, Emre Can. Setelah sebelumnya hanya dipinjam dari Juventus, kini Borussia Dortmund resmi menebus klausul pelepasan eks Liverpool itu secara permanen.

Sebagaimana diketahui, Emre Can memang bergabung dengan Borussia Dortmund pada bursa transfer musim dingin Januari lalu. Yang bersangkutan sendiri sepakat untuk menjalani sisa musim 2019/20 ini sebagai pemain pinjaman bersama klub Bundesliga Jerman.

Kendati terdapat klausul pembelian permanen di akhir musim nanti, tapi tampak tidak ada kepastian. Jika performanya menurun sewaktu-waktu, ia bisa jadi dikembalikan ke Juventus. Sedang di Italia, jasa Emre Can jarang digunakan, dia bahkan tak masuk skuat Liga Champions pasukan Maurizio Sarri.

Untungnya, ia tampil apik bersama klub besutan Lucien Favre tersebut. Ia langsung bermain sebanyak tiga kali di semua ajang dan membukukan satu gol, yang di mana ia ciptakan dengan indah ke gawang Bayer Leverkusen beberapa pekan lalu.

Berkat performanya yang terbilang memuaskan tersebut, Dortmund tak berpikir panjang. Kurang dari sebulan setelah dipinjam dari Juventus, raksasa Bundesliga Jerman itu lantas menebus klausul pelepasan eks Liverpool secara permanen.

Menurut informasi yang terdengar, Die Borussien harus membayar uang sejumlah 25 juta euro sebagai kompensasi kepindahan Emre Can secara permanen kepada Juventus. Tidak ada konfirmasi resmi mengenai harga, tapi dipercaya angka tersebutlah yang dibayarkan Dortmund kepada Juve.

Bisa dikatakan, ini adalah solusi bagi Emre Can setelah perjalanan karirnya di Juventus tidak berjalan mulus. Kehadiran gelandang berkualitas seperti Adrien Rabiot, Miralem Pjanic, dan juga Blaise Matuidi membuatnya tersisih dari pasukan Maurizio Sarri.

Bahkan, yang bersangkutan juga tidak masuk dalam skuat Liga Champions Eropa arahan mantan pelatih Chelsea tersebut. Tak sampai disitu, ketika Miralem Pjanic cedera, Sarri tidak menunjuk Emre Can sebagai pengganti, melainkan Rodrigo Bentancur.

Juventus sendiri, dari aspek finansial, bisa dikatakan untung dalam kasus ini. Pasalnya, mereka mendatangkan Can dari Liverpool pada tahun 2018 tanpa biaya alias gratis karena kontraknya bersama the Reds telah berakhir.

Tapi tentu itu tidak masalah, karena sekarang semua pihak merasa diuntungkan, termasuk Borussia Dortmund sendiri.

Menang Tipis, Setien Sangat Puas Lihat Performa Barca

Barcelona memetik tiga poin dari pertandingan melawan Real Betis dinihari WIB tadi, berkat kemenangan tipis 3-2. Kendati menang tipis, manajer anyar Quique Setien tampak sangat puas dengan performa para pemainnya dalam laga tersebut.

Seperti diketahui, Barcelona bertandang ke Estadio Benito Villamarin guna berhadapan dengan tuan rumah Real Betis, Senin dinihiari WIB (10/02). Dalam duel jornada ke-23 La Liga Spanyol tersebut, Barcelona berhasil mempercundangi tuan rumah dengan skor akhir 2-3.

Bermain sebagai tim tamu, Barcelona lebih dulu tertinggal pada menit ke-6 lewat gol Canales dari titik putih. Frenkie de Jong lantas menyamakan kedudukan pada menit ke-9 usai menerima umpan terukur dari Lionel Messi.

Di pertengahan babak pertama, Nabil Fekir membawa tuan rumah kembali unggul. Sergio Busquest menyamakan kedudukan jelang ditutupnya babak pertama. Pada pertengahan babak kedua, Clement Lenglet berhasil mencetak gol ketiga Barcelona, yang sekaligus menyegel kemenangan.

Bisa dikatakan, Barcelona menghadapi lawan yang sulit dalam pertandingan tersebut. Namun konsistensi performa yang ditunjukkan Messi dkk membuat raksasa Catalan tetap berhasil membawa pulang tiga angka.

Tak heran jika selepas pertandingan, pelatih Quique Setien tampak begitu puas dengan performa para pemainnya.

“Saya sangat menyukai performa tim ini. Anda harus memberi apresiasi atas apa yang sudah mereka tampilkan. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan dengan cara lebih baik, tetapi saya merasa senang,” Demikian ujar Quique Setien dikutip dari Marca.

Selain tiga poin, kemenangan atas Real Betis bisa dikatakan membawa kepercayaan diri Barcelona kembali. Mengingat, selama beberapa pekan terakhir ini raksasa Catalan diterpa sejumlah isu tak sedap. Termasuk diantaranya konflik internal antara Messi dan Abidal.

Terlepas dari performa para pemainnya, pelatih Quique Setien juga menilai bahwa tuan rumah Real Betis tampil bagus sepanjang laga tersebut.

“Mereka memaksa kami untuk benar-benar tampil menekan sejak menit pertama, tetapi mereka punya pemain dengan kualitas yang bagus. Nabil Fekir tampil luar biasa dan sulit untuk merebut bola darinya, tetapi kami akhirnya menemukan momen kami,” tutup sang juru taktik.

Sadio Mane Menepi Sampai Jeda Musim Dingin

Liverpool sempat dibuat cemas dan was-was dengan kondisi winger andalan mereka, Sadio Mane. Pemain Senegal tersebut mengalami cedera dalam laga melawan Wolverhampton akhir pekan kemarin. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa cedera Mane tak begitu parah, bahkan yang bersangkutan sudah bisa kembali mentas selepas Jeda Musim Dingin.

Sadio Mane bermain sejak menit pertama pada pertandingan melawan Wolverhampton akhir pekan kemarin. Liverpool sendiri berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 2-1, namun kemenangan itu juga harus dibayar mahal dengan cederanya pemain Senegal. Mantan pemain Southampton ini kesakitan di tengah-tengah laga dan akhirnya ditarik keluar.

Setelah pertandingan tersebut, pelatih Jurgen Klopp mencoba bersikap tenang dan mengatakan bahwa cedera Mane tidak terlalu parah. Kabar ini tentu melegakan fans The Reds, pasalnya Mane adalah salah satu pemain penting bagi tim kesayangan mereka.

Tes medis kemudian dilakukan, dan ternyata cedera Mane sedikit lebih buruk dari dugaan awal, tapi harapannya dia tidak perlu menepi terlalu lama. Liverpool beruntung, cedera Mane tiba saat libur jeda musim dingin tiba. Dengan kata Lain, Mane hanya akan melewatkan laga melawan West Ham dan Southampton di ajang Premier League.

Setelah itu, Liverpool akan libur bertandinga selama kurang lebih dua pekan. Waktu libur tersebutpun bisa dimanfaatkan Mane untuk fokus memulihkan kondisinya. Kabar inipun dikonfirmasi oleh manajer Liverpool, Jurgen Klopp.

“Sadio tidak akan terlibat untuk pertandingan lawan West Ham dan mungkin Southampton. Setelahnya dia akan kembali ke jalur yang tepat. Dia menderita otot robek yang cukup serius. Kami beruntung itu tidak terlalu serius. Dia bakal absen selama tiga pertandingan,” ujar Klopp dikutip sebagaimana dilansir situs resmi Liverpool.

Liverpool sendiri sejatinay sudah mengantisipasi situasi seperti ini. Klopp bisa sedikit lebih tenang karena memiliki Takumi Minamino, yang bisa diminta mengisi posisi Mane. Minamino mungkin masih butuh waktu beradaptasi, tapi setidaknya kehadirannya bisa membuat lawan waspada. Apalagi, dua pertandingan berikutnya tampak tak begitu sulit.

Di satu sisi, Liverpool juga masih unggul 16 poin atas rival terdekat mereka, Manchester city di klasemen sementara Premier League.