Ole Gunnar Solksjaer Konfirmasi Cedera Victor Lindelof

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer akhirnya mengakui bahwa salah seorang bek andalannya, Victor Lindelof mengalami cedera saat ditarik keluar dari pertandingan melawan Bournemouth kemarin.

Manchester United menghadapi Bournemouth dalam lanjutan Premier League akhir pekan kemarin. Laga tersebut berhasil dimenangkan Setan Merah lewat skor telak 5-2, namun ada satu hal yang membuat para fans United merasa cemas.

Sebagai informasi, Victor Lindelof tampil sebagai starter dalam pertandingan tersebut, dia dipercaya bertandem dengan Harry Maguire di jantung pertahanan tim utama.

Tapi, saat jeda pertandingan, Solskjaer memutuskan untuk menarik keluar Lindelof. Sebagai gantinya, ia memasukkan Eric Bailly sejak awal babak kedua. Keputusan ini mengundang tanda tanya publik, tentang alasan sang pelatih melakukan pergantian tersebut.

Ada yang berspekulasi bahwa bek Timnas Swedia mengalami cedera sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan dan harus ditarik keluar. Spekulasi terebut kemudian dibenarkan oleh sang juru taktik.

“Victor merasakan sakit di bagian punggungnya,” beber Solskjaer kepada MUTV.

Namun, pelatih asal Norwegia ini mengklaim bahwa cedera yang dialami Lindelof itu sebenarnya tidak terlalu parah. Hanya saja, Solskjaer tidak mau ambil resiko cedera itu semakin parah, dan karena alasan tersebut dia menarik keluar sang pemain pada saat jeda.

“Victor mengalami masalah dengan punggungnya hari ini. Kami berharap cedera itu tidak terlalu parah. Dengan situasi itu kami tidak mau mengambil resiko. Jadi kami langsung menggantikannya.” Tandasnya.

Eric Bailly yang turun sebagai pemain pengganti tampil cukup bagus di sepanjang babak kedua. Bahkan, pelatih juga melayangkan sanjungan kepada bek asal Prancis itu. Menurutnya, Eric Bailly menunjukkan performa yang cukup apik.

“Eric bermain dengan baik hari ini. Dia mendapatkan kesempatan bermain selama 45 menit dan ia sebelumnya bermain melawan Norwich dan juga melawan West Brom [laga uji coba], jadi dia bermain dengan baik.” ujarnya.

Namun ada satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh mantan pemain Villarreal, dimana yang bersangkutan melakukan handsball dalam kotak terlarang yang berbuntut pada hadiah penalti. Namun untungnya Setan Merah tetap berhasil meraih kemenangan.

Real Madrid Akan Tiru Cara Chelsea Kalahkan Manchester City

Tugas berat menanti Real Madrid, mereka harus menang dengan margin dua gol saat memainkan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa melawan Manchester City jika ingin lolos ke perempat final.

Tentu saja ini bukan tugas yang mudah, mengingat pasukan Pep Guardiola sangat kuat di berbagai sektor. Tapi itu bukan tugas yang mustahil, pasalnya Manchester City bukan tim yang tidak terkalahkan.

Chelsea bahkan sudah menunjukkan hal tersebut. Mereka tidak diunggulkan saat berhadapan dengan Citizen pada laga Premier League Jum’at kemarin (26/06). Tapi pasukan Frank Lampard justru berhasil menang dengan skor 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge stadium tersebut, Chelsea unggul lebih dulu berkat gol Christian Pulisic.

City sempat membalas dengan gol Kevin De Bruyne, tapi tuan rumah sukses mengakhiri laga dengan kemenangan setelah Willian mengeksekusi hadiah penalti dengan baik.

Bisa dikatakan, kemenangan Chelsea dalam laga itu tak lepas dari keberhasilan klub mengeksploitasi lemahnya lini belakang Manchester City.

Pada kekalahan tersebut, kedua gol Chelsea lahir dari kesalahan bek Man City. Benjamin Mendy membuat kesalahan atas gol pertama, yang membebaskan Christian Pulisic untuk melenggang dan mencetak gol pertama.

Kecepatan Pulisic adalah kunci penting kemenangan Chelsea. Bek-bek Man City sebenarnya juga cepat, tapi pada laga ini mereka kesulitan mengejar Pulisic. Skema serangan balik cepat yang dilakukan Chelsea juga tampak sangat efektif.

Bahkan, skema serangan balik tersebut juga yang membuat pemain bertahan City harus menjegal willian dan akhirnya wasit menunjuk titik putih penalti.

Itu berarti, Real Madrid bisa mengikuti cara Chelsea untuk mengalahkan pasukan Pep Guardiola. Andai benar pemain seperti Pulisic bisa diandalkan untuk mengobok-obok pertahanan City, maka Real Madrid harusnya bisa mengandalkan banyak pemain mereka.

Sebut saja Vinicius Junior, Eden Hazard, Marco Asensio, dan Gareth Bale, mereka semua punya kecepatan yang bahkan lebih baik dari Pulisic. Jika bek-bek Man City panik mengatasi serangan balik, Madrid bisa menggunakan gaya bermain yang memang jadi favorit mereka ini.

Timo Werner saja Tak Cukup antar Chelsea Jadi Juara

Dimitar Berbatov turut mengomentari transfer bintang muda Jerman, Timo Werner menuju Chelsea. Menurut mantan pemain Manchester United tersebut, Werner adalah pemain yang bagus, tapi dia seorang tak cukup membantu The Blues meraih target juara.

Timo Werner sendiri merupakan salah satu pemain andalan RB Leipzig dalam beberapa musim terakhir ini. Dia berhasil jadi mesin gol andalan klub Bundesliga Jerman tersebut, sehingga tak heran banyak raksasa Eropa yang berminat terhadap sang pemain.

Sempat dikaitkan sangat dekat dengan Liverpool, tapi Timo Werner akhirnya menentukan klub pilihannya. Ia resmi memilih bergabung dengan Chelsea dan dipastikan bakal jadi bagian dari raksasa Premier League tersebut musim depan.

Banyak pihak yang menyambut positif kabar kepindahan ini, termasuk diantaranya mantan pemain Manchester united, Dimitar Berbatov.

“Kita semua tahu bahwa ia akan pindah klub, dan pada awalnya ia dikaitkan dengan Liverpool namun ia memilih pindah ke Chelsea,” ujar Berbatov kepada Betfair.

Lebih lanjut, menurutnya Timo Werner bisa dihadapkan dengan dua peluang di Chelsea nanti. Peluang pertama dia langsung tampil bagus, sedang peluang kedua dia harus melalui proses adaptasi.

“Dia akan segera mengetahui mengenai klubnya dan juga Premier League. Ia akan tahu seperti apa sepakbola di Inggris dan ia juga akan tahu kapan ia akan mulai bermain.”

“Ada dua skenario untuk situasinya saat ini. Yang pertama adalah semuanya langsung nyetel sejak awal, di mana ia langsung mencetak gol dan assist seperti yang ia lakukan di Leipzig. Atau mungkin dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri di Premier League.” Tandasnya.

Hanya saja, satu hal yang pasti menurut Berbatov bahwa kedatangan Timo Werner seorang tidak lantas langsung membuat Chelsea bisa bersaing dalam perburuan gelar juara dan meraih trofi.

“Ingat, dia bukan Messi atau Ronaldo. Namun Chelsea memang sudah mengarah ke jalan yang benar dan mereka mungkin akan belanja lagi untuk memperkuat tim mereka. Namun saya merasa perekrutan Timo Werner itu adalah awalan yang bagus.” ujarnya.

Chelsea sendiri sebelumnya juga sudah membeli Hakim Ziyech dari Dortmund.

Borussia Dortmund Pasrah Kehilangan Jadon Sancho

Manchester United mendapatkan kabar gembira terkait dengan salah satu pemain incaran mereka pada bursa transfer mendatang, Jadon Sancho. Menurut informasi yang terdengar, Borussia Dortmund sudah ikhlas jika harus kehilangan sang winger.

Bintang Muda Timnas Inggris itu memainkan peran yang besar di skuat Borussia Dortmund dalam dua musim terakhir. Ia menjadi sosok yang mematikan saat bermain di sisi sayap Die Borussen, tak terkecuali di musim 2019/20 ini.

Jadi wajar saja jika dalam semusim terakhir ini, Jadon Sancho terus dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa. Klub Premier League, Manchester United disebut sebagai tim yang paling terdepan untuk mendapatkan servis pemain berusia 24 tahun tersebut.

Sebenarnya, pihak Dortmund semula enggan kehilangan Winger Timnas Inggris, akan tetapi Evening Standard mengklaim bahwa pihak Dortmund sudah berubah pikiran dan siap menjual Sancho. Menurut mereka, pihak Dortmund sudah menyerah untuk mencoba mempertahankan sang winger.

Mereka menilai sang winger belakangan mulai kehilangan fokus. Terutama setelah ia gencar diberitakan akan kembali ke Inggris musim depan. Karena alasan tersebut, Die Borussen menganggap bahwa sudah tidak ada gunannya untuk mempertahankan Jadon Sancho pada musim panas mendatang.

Hanya saja, masih dari laporan yang sama, hal tersebut bukan berarti juga bahwa Borussia Dortmund akan menurunkan nilai jual mereka untuk transfer Sancho. Mereka menilai Sancho adalah aset mereka yang berharga, sehingga tetap berencana melepasnya dengan mahar yang tinggi.

Dari beberapa kabar yang terdengar, pihak Borussia Dortmund hanya bersedia melepas Jadon Sancho lewat banderol tak kurang dari 116 Juta Poundsterling. Angka tersebut terbilang sangat tinggi bagi Manchester United.

Pasalnya, Kondisi finansial klub diyakini sedang goyah pasca pandemi Covid-19 menghantam. Begitu juga dengan klub-klub Premier League lainnya seperti Liverpool yang kabarnya ikut turun dalam perburuan Jadon Sancho.

Adapun, Jadon Sancho sendiri baru-baru ini mendapatkan sanksi dari DFL. Ia dijatuhi hukuman karena melanggar aturan lockdown, tidak menjaga jarak dengan orang di sekitar saat mencukur rambutnya. Namun, sanksi yang diberikan hanya berupa denda dan teguran dari pihak Borussia Dortmund.

Erling Haaland Cedera, Borussia Dortmund Harap Cemas

Sudah jatuh lagi tertimpa tangga, kiasan yang tepat untuk menggambarkan situasi Borussia Dortmund saat ini setelah melalui pekan ke-28 Bundesliga Jerman.

Sebagaimana diketahui, Dortmund memainkan pekan ke-28 Bundesliga Jerman Selasa dinihari WIB kemarin (26/05) melawan sang rival abadi, Bayern Munchen.

Bermain di Signal Iduna Park, harusnya tim arahan Lucien Favre lebih diunggulkan menang meski tanpa kehadiran penonton, namun kenyataannya mereka justru takluk dengan skor akhir 0-1. Adalah Joshua Kimmich yang mencetak gol semata wayang tim tamu dalam laga tersebut.

Kekalahan ini jelas mengecewakan, terlebih melihat fakta bahwa salah seorang pemain andalan mereka, Erling Braut Haaland mengalami cedera dalam laga bertajuk Der Klasiker tersebut.

Sang pemain harus ditarik keluar saat memasuki menit ke-27, lantaran cedera membuatnya tak bisa melanjutkan pertandingan.

Ia terlihat bergerak dengan canggung setelah melakukan peregangan setelah menerima umpan silang dari bintang Dortmund lainnya, Jadon Sancho.

Mengenai cedera pemain andalannya tersebut, pelatih Lucien Favre tidak bisa berbicara banyak.

“Saya tidak berpikir dia akan lama keluar. Dia mengalami cedera lutut. Kami saat ini tidak tahu persis apa itu,” kata pelatih Borussia Dortmund, Lucien Favre.

Yang jelas, cederanya Haaland menjadi kabar buruk bagi Die Borussen. Pasalnya, sejak didatangkan dari RB Salzburg pada bursa transfer musim dingin Januari 2020 kemarin, yang bersangkutan tampil konsisten.

Sejauh ini Haaland telah mencetak 10 gol untuk Dortmund dalam delapan pertandingan di ajang Bundesliga Jerman.

Selain itu, kekalahan dari Bayern Munchen juga mematahkan rekor positif Borussia Dortmund, yang telah mengemas enam kemenangan beruntun sebelumnya.

Pertandingan yang digelar tanpa penonton ini, seperti mengurangi semangat tim tuan rumah bermain cemerlang di Signal Iduna Park. Meski situasi ini dibantah Lucien Favre.

Dengan kekalahan tersebut, Dortmund kini tertinggal lebih jauh lagi dari puncak klasemen sementara yang diduduki Bayern Munchen. Sang rival kini unggul 7 poin, dan sisa musim ini tinggal enam pertandingan lagi.

Berikutnya, pasukan Lucien Favre akan berhadapan dengan Hertha BSC dalam lanjutan Bundesliga Jerman pekan depan.

Kontraknya dengan Legia Gdansk Akan Segera Berakhir, Ini Kata Egy

Bintang Timnas Indonesia U-22, Egy Maulana Vikri saat ini sedang berada di tahun terakhir kontraknya bersama dengan klub Polandia, Lechia Gdansk. Lantas, apa rencana sosok berusia 21 tahun tersebut kedepannya?

Sebagai informasi, Egy memang menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Dia direkrut oleh klub Polandia, Lechia Gdansk pada tahun 2017 lalu. Selama dua tahun terakhir, Egy tampil cemerlang bersama Lechia Gdansk.

Akan tetapi, waktu terus berjalan dan sekarang kontraknya bersama klub Polandia menyisakan satu tahun lagi. Egy lantas mulai jadi target sejumlah klub Indonesia, namun sang bintang muda itu masih belum tertarik berkarir di Tanah Air.

Dia berharap tetap bisa berkarir di Eropa.

“Saya ingin tetap main di Eropa,” katanya ketika telewicara dengan Menpora Zainudin Amali melalui Instagram.

Bukan tanpa alasan, Egy masih ingin terus mengasah kemampuannya di atas lapangan, menimba ilmu di Eropa dan targetnya menembus skuat utama tim yang dibelanya.

“Ingin merasakan main di dalamnya, terus ingin meningkatkan ilmu, ingin masuk ke skuat inti,” imbuh pemain yang dijuluki Lionel Messi dari Indonesia itu.

Di Lechia Gdansk sendiri, Egy memang sulit menembus skuat utama, musim ini dia baru mencatat 3 penampilan saja. Tapi sang pemain menegaskan bahwa persaingan di Eropa memang tidak mudah, bahkan untuk masuk ke skuat cadangan saja sangat sulit.

Meski demikian, hal tersebut tak lantas mematahkan semangat Egy untuk tetap melanjutkan karirnya di Benua Biru.

“Untuk masuk ke-18 pemain yang akan main itu benar-benar sangat sulit, harus ekstra kerja keras. Yang pasti saya ingin bermain di Eropa, saya masih punya rasa penasaran,” ucap Egy Maulana Vikri.

Lantas, kemana tujuan Egy setelah meninggalkan Polandia? Sosok yang sempat diketahui dekat dengan Adiba ini mengaku ingin bergabung dengan klub Portugal atau Spanyol.

“Beberapa tahun ke depan kontrak saya habis. Kalau bisa saya mencoba di Liga Portugal dan Spanyol,” ujar Egy Maulana Vikri.

Liga Polandia sendiri memang sempat tertunda karena pandemi Corona, dan rencananya baru digelar lagi pada tanggal 29 Mei mendatang.

Arsenal Harus Jual Ozil, Lalu Beli Jack Grealish

Mantan pemain Arsenal, Kevin Campbell menyarankan bekas klubnya untuk membenahi skuat yang ada saat ini. Salah satu caranya dengan menjual playmaker asal Jerman, Mesut Ozil, lalu membeli gelandang muda potensial, Jack Grealish.

Sebagai informasi, Jack Grealish saat ini memang sedang menjadi incaran banyak klub besar Premier League. Tak lain hal tersebut dikarenakan performa gemilang sosok berusia 24 tahun tersebut bersama dengan Aston Villa.

Dari berita yang beredar di media-media Inggris, Manchester United disebut sebagai peminat utama sang pemain. Namun mereka tak kunjung merekrut gelandang asal Inggris itu, padahal ada kesempatan besar untuk melakukannya di musim dingin Januari kemarin.

Jelas fakta tersebut sama saja dengan membuka jalan bagi klub lain untuk mendapatkan servis sang gelandang. Terlebih lagi, peminat Jack Grealish ada banyak, dan Arsenal disebutkan sebagai salah satu diantaranya.

Sedangkan di satu sisi, Kevin Campbell menilai bahwa masa-masa Emas Mesut Ozil sudah berakhir. Hal ini terlihat dari performanya yang tampak menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan di sisi lain, usia mantan bintang Real Madrid itu juga sudah tidak muda lagi.

Karenanya, dia menyarankan agar Arsenal segera mengambil keputusan. Melepas pemain yang sudah mendekati masa akhir karir, lalu mendatangkan pemain lain yang masih muda dan punya masa depan cerah seperti Jack Grealish.

Selain itu, klub London Utara juga perlu mempertimbangkan nama James Maddison, bintang muda Inggris yang cemerlang bersama Leicester City.

“Arsenal butuh seseorang di tengah lapangan yang tidak hanya mampu menciptakan sesuatu, tapi juga bisa merusak permainan, memiliki kecepatan, kami merindukan itu. Ada perbincangan bahwa seharusnya kami mengejar Jack Grealish atau James Maddison.

“Tipe pemain seperti mereka akan mengembangkan Arsenal. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Ozil, tapi Ozil sedang berada di sisi yang salah dalam karirnya dengan kontrak tersisa satu tahun setelah ini,” ujar Campbell.

Namun, yang jadi pertanyaan adalah, mampukah Arsenal membuat para pemain tersebut tertarik untuk bergabung ke skuat Mikel Arteta? Pasalnya, klub sedang paceklik gelar dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga sulit menembus ajang Liga Champions Eropa.

Ligue 1 Prancis Musim Ini Akan Diberhentikan Segera

Kabar yang mungkin sedikit mengecewakan terdengar dari sepakbola Prancis. Dua kompetisi tertinggi di Negeri Fashion tersebut, Ligue 1 dan Ligue 2 terancam dihentikan secara permanen menyusul pandemi Virus Corona yang semakin mencemaskan.

Sebagai informasi, Prancis adalah salah satu negara yang merasakan dampak cukup parah dari Pandemi Virus Corona ini. Wabah tersebut setidaknya sudah memakan korban jiwa lebih dari 23 Ribu orang, dengan total lebih dari 165 ribu kasus positif ditemukan sejauh ini.

Tentu saja, kondisi ini sudah masuk ke fase krisis, karenanya pemerintah Prancis terus membuka kemungkinan untuk menerapkan aturan ketat agar penyebaran Virus bisa diminimalisir. Termasuk dengan menghentikan kompetisi sepakbola, Ligue 1 dan Ligue 2.

Kabar inipun juga telah dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Prancis, Edouard Phillipe secara langsung.

“Pertandingan Olahraga apapun tidak bisa digelar hingga bulan September. Musim sepakboal profesional 2019/20 tidak bisa dilanjutkan,” ujar Philippe yang dikutip RMC Sport.

Meski demikian, sampai kabar ini diturunkan pihak Ligue 1 atau FFF masih belum memberikan pernyataan resmi terkait kelangsungan kompetisi sepakbola di Prancis.

Padahal, sebelum ini ada kabar yang menyebut bahwa pihak otoritas Ligue 1 berencana menggulirkan liga lagi dalam waktu dekat. Mereka berencana untuk menggelar lagi kompetisi ini pada tanggal 17 Juni 2020 mendatang.

Namun berkat pernyataan Philippe itu, rencana ini dipastikan tidak bisa berlanjut dan saat ini mereka harus mengambil Respon resmi atas keputusan Perdana Menteri Prancis tersebut.

Laporan yang sama mengklaim bahwa pihak Federasi sepakbola Prancis akan memanggil semua perwakilan klub Ligue 1 dan Ligue 2 untuk membicarakan hal ini. Pertemuan ini akan diadakan pada awal Mei secara virtual.

Tentu saja, selain rencana tersebut, akan dibicarakan juga tentang siapa tim yang berhak juara, lolos ke kompetisi Eropa dan terdegradasi maupun Promosi.

Paris Saint-germain saat ini masih berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 12 poin atas Marseille. Namun ada kemungkinan Ligue 1 musim 2019/20 dinyatakan tanpa juara, sebagaimana keputusan tersebut juga diambil pihak Eredivisie Belanda.

Soal Spekulasi Masa Depannya, De Ligt Angkat Bicara

Bek Timnas Belanda, Matthijs de Ligt akhirnya buka suara perihal spekulasi masa depannya di Juventus yang belakangan jadi perbincangan media-media Inggris.

Sebagai informasi, pemain berusia 20 tahun tersebut dibeli Juventus pada bursa transfer musim panas kemarin. Si Nyonya Tua harus membayar 75 juta euro untuk bisa mendapatkan servis De Ligt dari klub Liga Belanda, Ajax Amsterdam.

Kocek tinggi dirogoh sang juara bertahan Serie A italia usai melihat penampilan apik sang bek bersama Ajax musim kemarin. Seperti diketahui, De Ligt mampu memberi gelar Eredivisie dan lolos ke semifinal Liga Champions Eropa untuk Ajax.

Di panggung Internasional, De Ligt juga jadi andalan utama Tim Nasional Belanda. Dia menjadi duet Virgil van Dijk di bek tengah dan ikut berkontribusi mengantarkan timnas Belanda ke final UEFA Nations League.

Sayangnya, belum genap semusim membela Juventus, muncul rumor yang mengklaim bahwa sang pemain tak bahagia bersama Klub Serie A tersebut. Bahkan, dia disebut telah mengajukan permintaan transfer menuju Manchester United.

Akan tetapi, sang pemain lantas membantah kabar tersebut dalam kesempatan Podcast baru-baru ini. Dia mengaku bahagia di Juventus, dan merasa bahwa Bianconneri adalah pilihan terbaik.

“Saya punya waktu yang lama untuk memilih di antara klub-klub yang menginginkan saya, Juventus adalah pilihan terbaik,”

“Di Juventus, mereka mengatakan kepada saya bahwa saya dibeli karena saya tahu cara mengelola tekanan, mereka mempercayai saya untuk semua yang saya lakukan di Ajax. Saya senang tinggal di Turin,” Kata Matthijs de Ligt dikutip dari Sportsmole.

Sebenarnya, sejak awal De Ligt memang tak diproyeksikan untuk langsung bertandem dengan Bonucci di jantung pertahanan Juventus. Kondisi Chiellini yang sedang cedera membuatnya jadi pilihan utama sejak awal musim ini.

Sayang, performanya yang kurang bagus membuat manajer Maurizio Sarri lantas memilih Merih Demiral. Hanya saja, bintang muda Italia tersebut lantas mengalami cedera, dan De Ligt kembali jadi andalan utama.

Tapi sekarang, Chiellini yang cedera sudah kembali pulih, bek senior itupun jadi andalan di jantung pertahanan Bianconneri.

Legenda MU ini Tak Setuju Liverpool Juara Premier League

 

Liverpool bisa keluar sebagai juara Premier League musim ini jika kompetisi pada akhirnya benar-benar dihentikan. Namun, banyak pihak yang tak setuju termasuk legenda Manchester United, Peter Schmeichel.

Seperti diketahui, sebelum pandemi Virus Corona membuat Premier League terhenti sementara waktu, Liverpool memang sedang berada di puncak klasemen sementara. Skuat besutan Jurgen Klopp tersebut sedang unggul 25 poin atas penghuni posisi kedua, Manchester City.

Artinya, dengan fakta bahwa hanya ada 9 pertandingan tersisa, Liverpool membutuhkan 6 poin saja atau dua kemenangan untuk mengunci gelar juara musim ini. Jika semua berjalan sesuai rencana, seharusnya Liverpool berpeluang untuk juara pada akhir bulan Maret.

Akan tetapi, Pandemi Corona membuat rencana tersebut buyar. Premier League ditangguhkan, awalnya sampai 30 April mendatang, namun putusan terbaru membuat Liga tertunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Dengan fakta bahwa pandemi ini belum juga mereda, maka kelanjutan kompetisi pun menjadi semakin tak jelas. Situasi tersebut memunculkan gagasan agar Premier League sebaiknya dihentikan saja sementara waktu.

Jika langkah itu diambil, maka Liverpool akan dijadikan sebagai juara musim ini. Banyak orang yang sepakat jika mengingat jarak antara Liverpool dan Manchester City, tetapi tidak sedikit yang menolaknya.

Termasuk salah satunya legenda Manchester United, Peter Schmeichel. Menurutnya, unggul 25 poin tak berarti apapun jika tidak bisa menyelesaikannya hingga musim berakhir.

“Unggul 25 poin? Jadi ini sungguh menyedihkan buat mereka, tapi anda harus menyelesaikannya. Anda harus memenangkannya, agar anda bisa mengatakan bahwa andalah juaranya,” ujar Schmeichel dalam sesi tayangan langsung di media sosial Instagram.

Lebih lanjut, sang kiper legendaris juga percaya bahwa Liverpool sendiri tidak akan menerima jika diberikan gelar juara begitu saja tanpa harus melewati laga-laga yang menantang.

“Jika anda menjadi Liverpool, akankah anda menerima jika diberi seperti itu? Di Belgia, mereka memberikan trofi ke Club Brugge. Apakah begitu caranya kami bisa memenangkan kejuaraan?” tambahnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Liga Super Belgia memang telah dihentikan, dan gelar juara diberikan kepada pemuncak klasemen sementara, Club Brugge.