Sepupu Akui Messi Sudah Tidak Bahagia di Barcelona

Maxi Biancucchi, dia adalah salah seorang sepupu mega bintang Argentina, Lionel Messi. Berbicara tentang spekulasi kepergian La Pulga dari Camp Nou, Maxi mengaklaim bahwa sepupunya itu memang sudah tak betah di Barcelona.

Menurut laporan yang diturunkan Marca sepekan yang lalu, Lionel Messi sudah mengajukan transfer request pada klub Catalan. Peraih 6 Ballon d’Or itu sangat ngotot untuk bisa segera angkat kaki dari Camp Nou.

Harapannya adalah dia bisa pergi secara cuma-cuma, namun tentu saja Barcelona menolak.

Selain Manchester City, ada Inter Milan, Paris-Saint Germain, dan Manchester United yang dikaitkan dengan spekulasi masa depan sang pemain.

Meski belum ada konfirmasi dari Barcelona maupun Lionel Messi mengenai isu tersebut, tapi yang jelas spekulasinya terus menguat. Messi tidak hadir dalam sesi latihan pertama Barcelona di musim panas ini, ditambah lagi pengakuan dari sepupunya, Maxi Biancucchi.

Kepada Marca, Biancucchi menyebut bahwa Messi sudah tidak bahagia lagi di Barcelona sehingga berencana untuk pindah.

“Saya pikir ia tidak akan pernah meninggalkan Barcelona tapi Leo harus mencari tempat yang akan membuatnya bahagia. Jika ia pergi itu adalah karena ia tidak bahagia dan ingin mencari tantangan baru,”

“Ia berhak melakukannya. Mereka harus memperhitungkan bagaimana perasaannya,” seru Biancucchi pada Marca.

Lebih lanjut, Biancucchi menilai bahwa untuk saat ini ada dua klub yang cocok jadi destinasi sepupunya itu musim depan, mereka adalah Manchester City dan Paris Saint-Germain. Alasannya, karena kedua klub itu mengusung filosofi yang mirip dengan Barcelona.

“Saya ingin melihatnya di tim yang memainkan sepak bola bagus. Dari semua tim yang telah dikaitkan dengannya, saya pikir Manchester City akan cocok,”

“PSG akan bagus juga, tapi mari kita tunggu dan lihat saja. Saya harap kemanapun ia pergi ia bahagia dan damai,” tandasnya.

Entah Paris Saint-Germain maupun Manchester City akan berat menampung Messi. Pasalnya, mega bintang Argentina itu punya klausul pelepasan sampai 700 Juta Euro dalam sisa kontraknya di klub Catalan.

PSG Gagal Juara, Suporter Rusuh di Kota Paris

Kota Paris sempat bersiap untuk mengadakan pesta perayaan gelar Juara Liga Champions Eropa pertama dalam sejarah klub. Tapi rencana itu berubah jadi kerusuhan menyusul kegagalan pasukan Thomas Tuchel di babak final.

Pada partai puncak, Les Parisiens berhadapan dengan Bayern Munchen di Stadio Da Luz, Lisbon Portugal. Laga yang berlangsung Dinihari WIB tadi (24/08) itu berakhir dengan skor 0-1, kemenangan Bayern Munchen.

Jelas kegagalan ini mengecewakan, hal tersebut juga diakui Presiden klub Nasser AL Khelaifi. Namun, dia tetap bangga karena mencapai final untuk pertama kalinya dalam sejarah adalah pencapaian hebat.

“Kami sedih, tapi tidak lupa bahwa kami melakukan banyak hal yang hebat musim ini,” ucap presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.

Meski begitu, para suporter tidak bisa menerima kekalahan ini. Berdasar laporan jurnalis Goal International, Kieran Francis, Paris kini dilanda situasi yang buruk. Fans PSG patah hati, mereka pun berbuat rusuh di beberapa sudut kota.

“Ribuan suporter PSG berkumpul di dekat landmark untuk menyaksikan final dan menjadi patah hati saat tim mereka kalah 1-0 berkat sundulan Kingsley Coman di babak kedua,” tulisnya.

Mereka melakukan beberapa aksi anarkis termasuk membakar tempat sambah dan mobil tak dikenal di jalan raya. Tentu saja situasi ini sangat disayangkan, mengingat pandemi Virus Corona di kota Paris masih mencemaskan.

“Ada juga foto para pelaku yang melemparkan suar di Champs-Elysees. Tempat sampah juga terlihat terbakar saat suporter PSG berbaris di kawasan pejalan kaki,” tulisnya.

“Prancis masih dalam pandemi virus corona. Fans tetap berkumpul di Champs-Elysees dan di Parc des Princes meskipun Paris dinyatakan sebagai zona merah Covid-19,” tulis Kieran Francis.

Sebelumnya, Presiden Nasser Al Khelaifi berharap para fans tidak berkecil hati, karena faktanya ini adalah final pertama dalam sejarah klub, berbeda dengan Bayern yang memainkan 10 laga final sebelumnya.

“Kami kalah 0-1. Begitulah sepakbola. Ada beberapa hal kecil yang harus ditingkatkan. Ini adalah final pertama kami, ke-11 kalinya untuk Bayern,” ucap Nasser Al-Khelaifi.

Pelatih Sevilla Bangga Usai Singkirkan MU

Juru taktik Sevilla, Julen Lopetegui tak bisa menyembunyikan rasa bangga usai timnya berhasil mengalahkan tim sekuat Manchester United di Liga Europa. Terlebih lagi, berkat kemenangan itu juga timnya melangkah ke babak final.

Sevilla memainkan pertandingan semifinal Liga Europa melawan Raksasa Premier League di Stadion RheinEnergie, Senin (17/8/2020) dini hari WIB. Dalam laga tersebut, wakil Spanyol sebenarnya sempat tertinggal lebih dulu melalui penalti Bruno Fernandes.

Belum usai babak pertama, Sevilla berhasil mengubah kedudukan jadi imbang 1-1 berkat gol yang dicetak eks pemain Liverpool, Suso. Luuk De Jong akhirnya keluar sebagai pahlawan Sevilla dalam pertandingan tersebut lewat golnya di babak kedua.

Selepas pertandingan kemarin, pelatih Sevilla Julen Lopetegui tidak bisa memungkiri rasa bangga yang dia rasakan. Menyingkirkan tim sebesar Manchester United adalah pekerjaan yang sangat bagus.

Mantan pelatih Real Madrid dan Tim Nasional Spanyol tersebut lantas turut menyanjung para pemainnya.

“Ini adalah upaya tim. Jika Anda mengalahkan tim seperti Man United di semifinal, Anda harus melakukannya sebagai satu kesatuan. Itulah yang kami lakukan malam ini. Saya sangat bangga dengan tim saya.” kata Lopetegui di situs resmi UEFA.

Terlepas dari gol yang dicetak Suso dan Luuk De Jong, Sevilla juga patut berterima kasih kepada penjaga gawang mereka, Bounou. Sejak menit pertama sampai akhir laga, dia sudah melakukan 6 penyelamatan penting.

Bahkan, satu-satunya gol yang disarangkan Manchester United ke gawangnya adalah lewat titik putih penalti.

Pelatih Julen Lopetegui lantas melayangkan sanjungan kepada sang kiper.

“Penjaga gawang kami menampilkan performa yang bagus. Pada akhirnya, kami pantas mencapai final. Kami menunggu kedatangan De Jong dan kami memanfaatkannya. Bounou di babak kedua sangat penting bagi kami.” lanjut Lopetegui.

Dengan kemenangan inipun Sevilla akhirnya mencapai babak final, dimana pada laga puncak nanti mereka akan bertemu dengan pemenang laga semifinal lainnya Inter Milan versus Shakhtar Donetsk.

Laga antara Inter Milan melawan Shakhtar Donetsk akan berlangsung pada Selasa dinihari WIB nanti (18/08).

Benzema Pemain Bagus, Tapi Tidak Ada Yang Spesial

 

Striker Prancis, Karim Benzema diyakini akan jadi salah satu pemain kunci Real Madrid dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa melawan Manchester City akhir pekan besok.

Seperti diketahui, duel Super Big Match tersebut akan berlangsung di Etihad Stadium, Manchester. Bisa dikatakan tuan rumah Manchester City sedikit lebih nyaman karena menjamu Madrid dengan posisi unggul 2-1.

Berkat kemenangan pada leg pertama di Santiago Bernabeu pada Februari lalu, Citizen kini hanya perlu hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak perempat final.

Tapi tetap saja, Real Madrid tidak akan membiarkan lawan dengan mudah menyingkirkan mereka. Terlebih Liga Champions adalah kompetisi favorit Los Blancos, mental skuad Zinedine Zidane sudah siap menyajikan yang terbaik dan sekuat mungkin melaju ke babak delapan besar.

Manchester city perlu mewaspadai beberapa pemain Real Madrid, termasuk diantaranya striker andalan Karim Benzema. Musim ini, Pemain Prancis memegang peranan penting dalam membantu tim memetik kemenangan demi kemenangan hingga akhirnya menjuarai Liga.

Karena performanya yang impressif tersebut, Benzema bahkan dijagokan untuk meraih Ballon d’Or musim ini. Sayang sekali kenyataannya France Football tidak akan menggelar penghargaan tersebut tahun ini.

Mengenai Benzema, pelatih City Pep Guardiola tak bisa memungkiri bahwa dia adalah pemain luar biasa. Hanya saja, tidak ada yang spesial dari mantan pemain Lyon tersebut.

“Benzema luar biasa, fantastis. Namun, sejak masa-masa saya masih di Barcelona, telah ada 20 pemain lebih yang muncul di permukaan dan orang-orang mulai bertanya-tanya apakah kita bisa membandingkannya dengan Messi.” Kata Guardiola dikutip dari Marca.

Pep bahkan enggan terlalu khawatir dengan ancaman-ancaman yang bisa dihadirkan Los Blancos dalam partai nanti.

“Saya kira Madrid adalah tim yang Anda duga bakal bermain dengan satu cara, tapi mereka justru muncul dengan cara lain. Kami sudah bicara tentang ancaman mereka, tapi kami lebih fokus pada diri sendiri, pada apa yang bisa kami lakukan untuk mengalahkan mereka.”

“Di leg pertama lalu kami menjumpai banyak hal dari Madrid, sebab kami tidak terlalu mengenal mereka,” tandasnya.

Xavi Hernandez Terang-Terangan Akui Ingin Tangani Barcelona

Legenda Spanyol, Xavi Hernandez tak bisa menutupi keinginannya untuk kembali ke mantan klub, Barcelona untuk menjadi pelatih Messi dkk suatu saat nanti.

Xavi Hernandez sendiri adalah salah satu Legenda besar Barcelona yang menghabiskan sebagian besar karirnya bersama Raksasa Catalan tersebut.

Dia adalah lulusan akademi La Masia milik Raksasa Catalan yang kemudian mulai menembus skuat utama sejak tahun 1998. Sepanjang membela tim utama Barcelona, karir Xavi sangat bagus dengan banyak gelar dan ban kapten di lengannya.

Pada tahun 2015 silam, Xavi akhirnya menyudahi perjalanannya bersama dengan Barcelona kemudian memilih terbang ke Qatar untuk membela Al Sadd. Keputusannya ini dibuat karena tidak ingin berhadapan dengan sang mantan klub di sisa karirnya.

Kemudian setelah gantung sepatu dari sepakbola sejak tahun 2018, Xavi kembali meneken kontrak kerja dengan klub yang sama untuk menjabat sebagai pelatih. Dengan kata lain, Al Sadd adalah klub pertamanya sebagai pelatih.

Baru dua tahun terjun ke dunia manajerial, Xavi sudah dikaitkan dengan kursi manajer Barcelona yang memang sempat lowong pada Januari lalu. Saat itu, klub memecat Ernesto Valverde.

Namun pada akhirnya Barca memilih Quique Setien karena disebutkan bahwa Xavi telah menolak tawaran tersebut. Namun kabar ini bisa dipastikan tidak benar.

Sang legenda mengakui bahwa menangani Barcelona adalah salah satu hal yang jadi impiannya sejak lama.

“Saya tidak menutupinya, saya selalu mengatakan itu, tujuan utama saya, ketika waktunya datang, adalah Barcelona,” buka

“Ini adalah rumah saya dan itu akan menjadi sebuah mimpin yang menjadi kenyantaan. Tapi, sekarang saya fokus pada Al Sadd, tidak sebar dengan musim baru,” kata Xavi dikutip dari Marca.

Xavi lantas kembali dikaitkan dengan Barcelona selepas berakhirnya kampanye musim ini. Namun yang bersangkutan enggan berkomentar dan meminta publik untuk menghormati Quique Setien.

“Anda harus menghormati Quique Setien dan saya berharap yang terbaik untuk tim,” katanya.

Xavi mengaku optimis dengan nasib Barcelona dibawah arahan mantan pelatih Real Betis tersebut musim depan.

“Tapi saya menyukai ide-ide Quique Setien, sekarang dan di tim-tim sebelumnya: mendominasi laga dan bermain sepakbola yang menarik. Kami sudah melihat laga yang indah di Barcelona bersama Setien,” kata Xavi.

Saat Banyak Yang Mengkritik De Gea, Scholes Membela

David De Gea dibanjiri kritik terkait dengan performa buruknya dalam pertandingan melawan Chelsea kemarin. Tapi menariknya, Paul Scholes yang biasanya ikut mengkritik sang kiper kini malah pasang badan.

Manchester United gagal melangkah ke babak final FA Cup musim ini setelah ditaklukan Chelsea pada babak semifinal. Pertandingan yang berlangsung di Wembley Stadium, pada senin dinihari WIB (20/07) tersebut berkesudahan dengan skor akhir 1-3, kemenangan Chelsea.

Bisa dikatakan, Manchester united kurang beruntung dalam pertandingan tersebut. Pasalnya dua dari tiga gol yang diciptakan Chelsea justru berawal dari blunder fatal penjaga gawang David De Gea. Sedangkan satu gol lagi tercipta karena aksi bunuh diri bek Harry Maguire.

De Gea jelas lebih disoroti, apalagi jika mengingat fakta bahwa kiper Spanyol sudah berulang kali melakukan Blunder musim ini.

Mantan kiper Spanyol tersebut lantas mulai dibanjiri kritik, dari para pandit sepakbola sampai sederet legenda klub.

Biasanya, Paul Scholes juga aktif mengkritik para pemain Manchester United di periode buruk seperti ini. Tapi anehnya, sosok yang juga merupakan legenda Setan Merah tersebut kini justru pasang badan terkait De Gea.

“Ya, dia sedang mengalami masa-masa yang buruk… tapi tanpa dia, United takkan finisi di 10 besar dalam enam tahun terakhir… dia akan segera kembali!” tulis Scholes pada fitur Instatory di media sosial Instagram miliknya.

Padahal, pelatih Ole Gunnar Solskjaer juga mengkritik performa De Gea dalam pertandingan tersebut, terutama terkait proses terjadinya gol kedua Chelsea. Namun, sang juru taktik menegaskan bahwa dia tetap percaya pada sang pemain.

“David tahu bahwa dia seharusnya bisa menyelamatkan itu 100 kali dari 100 peluang, tetapi begitulah sepak bola. Sudah selesai. Ayo move on. Saya tahu dia adalah orang yang punya mental kuat sebagai seorang kiper,” ucapnya.

Tampaknya, kiper Spanyol itu akan kembali dipercaya untuk mengawal gawang Manchester United saat bertemu West Ham di ajang Premier League. Rencananya, pertandingan tersebut akan berlangsung pada Kamis dinihari WIB mendatang (23/07).

Manchester United harus menang demi memperlebar peluang lolos ke Liga Champions Eropa musim depan.

Kacau! Legenda MU Ini Pernah Kepergok Mabuk Jelang Pertandingan

Para pemain sepakbola di Eropa sana dituntut untuk sangat disiplin, mereka tentu akan mendapat sanksi jika tidak.

Tapi namanya manusia, ada saja kesalahan yang dibuat, seperti Rio Ferdinand misalnya. Siapa sangka ternyata dulu sang legenda MU pernah kepergok dalam kondisi mabuk saat pertandingan akan berlangsung.

Pengalaman yang sebenarnya cukup konyol tersebut diceritakan Ferdinand dalam wawancara bersama BT Sports baru-baru ini. Mantan bek Timnas Inggris itu mengaku pernah kepergok bau alkohol saat pertandingan Manchester United.

Menariknya, sosok yang memergoki dia adalah penyerang andalan klub saat ini, Wayne Rooney.

“Saya ingat Wayne Rooney dalam satu pertandingan sekali dan dia berkata, ‘wow, Kamu bau alkohol’,” kata Ferdinand.

Lebih lanjut, Ferdinand mengakui bahwa di masa mudanya dulu, dia adalah sosok yang suka minum. Bahkan, kebiasaan buruknya itu sudah berlangsung sejak awal meniti karir di atas lapangan bersama West Ham United.

“Ketika saya masih muda, saya gila, saya bisa menghabiskan sehari dengan minum. Saya akan minum sekitar 10 gelas bir sebelum beralih ke vodka. Selama di West Ham, saya mengalami penurunan ingatan, orang-orang biasanya bertanya tentang hasil dan saya tidak akan mengingat skornya.” kata Ferdinand.

Tapi terlepas dari kontroversinya ini, Ferdinand tetap dianggap sebagai salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Manchester United. Pemain asal Inggris itu bisa dikatakan sebagai bek tengah yang komplet.

Dia tidak pernah gentar saat harus berduel dengan para pemain lawan di area pertahanan tim. Total sudah 503 penampilan dia catatkan bersama Manchester United di semua ajang selama periode 1995 sampai 2015.

Selama membela Setan Merha, Ferdinand berhasil mencicipi enam gelar Premier League, enam gelar Community Shield, tiga gelar Piala Liga Inggris, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub serta Liga Champions.

Dia sempat membela Queens Park Rangers sebelum akhirnya pensiun di tahun 2016. Setelah gantung sepatu, yang bersangkutan memutuskan bekerja sebagai pandit sepakbola Inggris dan sebagai komentator pertandingan.

Ferdinand juga kerap tampil di sosial media, celotehannya terkadang menyindir klub-klub rival MU.

Ole Gunnar Solksjaer Konfirmasi Cedera Victor Lindelof

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer akhirnya mengakui bahwa salah seorang bek andalannya, Victor Lindelof mengalami cedera saat ditarik keluar dari pertandingan melawan Bournemouth kemarin.

Manchester United menghadapi Bournemouth dalam lanjutan Premier League akhir pekan kemarin. Laga tersebut berhasil dimenangkan Setan Merah lewat skor telak 5-2, namun ada satu hal yang membuat para fans United merasa cemas.

Sebagai informasi, Victor Lindelof tampil sebagai starter dalam pertandingan tersebut, dia dipercaya bertandem dengan Harry Maguire di jantung pertahanan tim utama.

Tapi, saat jeda pertandingan, Solskjaer memutuskan untuk menarik keluar Lindelof. Sebagai gantinya, ia memasukkan Eric Bailly sejak awal babak kedua. Keputusan ini mengundang tanda tanya publik, tentang alasan sang pelatih melakukan pergantian tersebut.

Ada yang berspekulasi bahwa bek Timnas Swedia mengalami cedera sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan dan harus ditarik keluar. Spekulasi terebut kemudian dibenarkan oleh sang juru taktik.

“Victor merasakan sakit di bagian punggungnya,” beber Solskjaer kepada MUTV.

Namun, pelatih asal Norwegia ini mengklaim bahwa cedera yang dialami Lindelof itu sebenarnya tidak terlalu parah. Hanya saja, Solskjaer tidak mau ambil resiko cedera itu semakin parah, dan karena alasan tersebut dia menarik keluar sang pemain pada saat jeda.

“Victor mengalami masalah dengan punggungnya hari ini. Kami berharap cedera itu tidak terlalu parah. Dengan situasi itu kami tidak mau mengambil resiko. Jadi kami langsung menggantikannya.” Tandasnya.

Eric Bailly yang turun sebagai pemain pengganti tampil cukup bagus di sepanjang babak kedua. Bahkan, pelatih juga melayangkan sanjungan kepada bek asal Prancis itu. Menurutnya, Eric Bailly menunjukkan performa yang cukup apik.

“Eric bermain dengan baik hari ini. Dia mendapatkan kesempatan bermain selama 45 menit dan ia sebelumnya bermain melawan Norwich dan juga melawan West Brom [laga uji coba], jadi dia bermain dengan baik.” ujarnya.

Namun ada satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh mantan pemain Villarreal, dimana yang bersangkutan melakukan handsball dalam kotak terlarang yang berbuntut pada hadiah penalti. Namun untungnya Setan Merah tetap berhasil meraih kemenangan.

Real Madrid Akan Tiru Cara Chelsea Kalahkan Manchester City

Tugas berat menanti Real Madrid, mereka harus menang dengan margin dua gol saat memainkan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa melawan Manchester City jika ingin lolos ke perempat final.

Tentu saja ini bukan tugas yang mudah, mengingat pasukan Pep Guardiola sangat kuat di berbagai sektor. Tapi itu bukan tugas yang mustahil, pasalnya Manchester City bukan tim yang tidak terkalahkan.

Chelsea bahkan sudah menunjukkan hal tersebut. Mereka tidak diunggulkan saat berhadapan dengan Citizen pada laga Premier League Jum’at kemarin (26/06). Tapi pasukan Frank Lampard justru berhasil menang dengan skor 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge stadium tersebut, Chelsea unggul lebih dulu berkat gol Christian Pulisic.

City sempat membalas dengan gol Kevin De Bruyne, tapi tuan rumah sukses mengakhiri laga dengan kemenangan setelah Willian mengeksekusi hadiah penalti dengan baik.

Bisa dikatakan, kemenangan Chelsea dalam laga itu tak lepas dari keberhasilan klub mengeksploitasi lemahnya lini belakang Manchester City.

Pada kekalahan tersebut, kedua gol Chelsea lahir dari kesalahan bek Man City. Benjamin Mendy membuat kesalahan atas gol pertama, yang membebaskan Christian Pulisic untuk melenggang dan mencetak gol pertama.

Kecepatan Pulisic adalah kunci penting kemenangan Chelsea. Bek-bek Man City sebenarnya juga cepat, tapi pada laga ini mereka kesulitan mengejar Pulisic. Skema serangan balik cepat yang dilakukan Chelsea juga tampak sangat efektif.

Bahkan, skema serangan balik tersebut juga yang membuat pemain bertahan City harus menjegal willian dan akhirnya wasit menunjuk titik putih penalti.

Itu berarti, Real Madrid bisa mengikuti cara Chelsea untuk mengalahkan pasukan Pep Guardiola. Andai benar pemain seperti Pulisic bisa diandalkan untuk mengobok-obok pertahanan City, maka Real Madrid harusnya bisa mengandalkan banyak pemain mereka.

Sebut saja Vinicius Junior, Eden Hazard, Marco Asensio, dan Gareth Bale, mereka semua punya kecepatan yang bahkan lebih baik dari Pulisic. Jika bek-bek Man City panik mengatasi serangan balik, Madrid bisa menggunakan gaya bermain yang memang jadi favorit mereka ini.

Timo Werner saja Tak Cukup antar Chelsea Jadi Juara

Dimitar Berbatov turut mengomentari transfer bintang muda Jerman, Timo Werner menuju Chelsea. Menurut mantan pemain Manchester United tersebut, Werner adalah pemain yang bagus, tapi dia seorang tak cukup membantu The Blues meraih target juara.

Timo Werner sendiri merupakan salah satu pemain andalan RB Leipzig dalam beberapa musim terakhir ini. Dia berhasil jadi mesin gol andalan klub Bundesliga Jerman tersebut, sehingga tak heran banyak raksasa Eropa yang berminat terhadap sang pemain.

Sempat dikaitkan sangat dekat dengan Liverpool, tapi Timo Werner akhirnya menentukan klub pilihannya. Ia resmi memilih bergabung dengan Chelsea dan dipastikan bakal jadi bagian dari raksasa Premier League tersebut musim depan.

Banyak pihak yang menyambut positif kabar kepindahan ini, termasuk diantaranya mantan pemain Manchester united, Dimitar Berbatov.

“Kita semua tahu bahwa ia akan pindah klub, dan pada awalnya ia dikaitkan dengan Liverpool namun ia memilih pindah ke Chelsea,” ujar Berbatov kepada Betfair.

Lebih lanjut, menurutnya Timo Werner bisa dihadapkan dengan dua peluang di Chelsea nanti. Peluang pertama dia langsung tampil bagus, sedang peluang kedua dia harus melalui proses adaptasi.

“Dia akan segera mengetahui mengenai klubnya dan juga Premier League. Ia akan tahu seperti apa sepakbola di Inggris dan ia juga akan tahu kapan ia akan mulai bermain.”

“Ada dua skenario untuk situasinya saat ini. Yang pertama adalah semuanya langsung nyetel sejak awal, di mana ia langsung mencetak gol dan assist seperti yang ia lakukan di Leipzig. Atau mungkin dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri di Premier League.” Tandasnya.

Hanya saja, satu hal yang pasti menurut Berbatov bahwa kedatangan Timo Werner seorang tidak lantas langsung membuat Chelsea bisa bersaing dalam perburuan gelar juara dan meraih trofi.

“Ingat, dia bukan Messi atau Ronaldo. Namun Chelsea memang sudah mengarah ke jalan yang benar dan mereka mungkin akan belanja lagi untuk memperkuat tim mereka. Namun saya merasa perekrutan Timo Werner itu adalah awalan yang bagus.” ujarnya.

Chelsea sendiri sebelumnya juga sudah membeli Hakim Ziyech dari Dortmund.