Liga Primer Bisa Tertunda Lebih Lama, Begini Alasannya

Kendati ada gagasan untuk menggulirkan kompetisi tanpa penonton, Legenda MU Garry Neville tampak pesimis bahwa Premier League bisa berlangsung lagi akhir April mendatang.

Pandemi Corona memang memaksa pemerintah di Negara-Negara Eropa untuk melakukan tindakan pencegahan. Di Inggris misalnya, pertandingan Sepakbola Premier League yang memicu kerumunan akhirnya ditunda sampai tanggal 30 April 2020 mendatang.

Bukan tanpa alasan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menginstruksikan semua negara untuk menerapkan kebijakan Social Distancing. Hal tersebut diterapkan demi menekan angka penyebaran Virus corona yang semakin mengkhawatirkan.

Otoritas Premier league sendiri telah menunda jadwal pertandingan sampai 30 April 2020 mendatang. Bisa saja lebih lama tergantung pada kondisi yang ada. Namun, muncul gagasan untuk memaksa kompetisi bergulir tanpa kehadiran penonton.

Namun, Garry Neville tampak meragukan hal tersebut. Pasalnya, sebuah pertandingan sepakbola tak hanya memerlukan kehadiran para pemain kedua tim, tapi juga ambulan, tenaga medis dan lainnya. Sedangkan mereka para tenaga Medis kini sedang sibuk menangani pasien Covid-19.

“Saya kira, saat ini tidak ideal membayangkan bagaimana sepak bola dilanjutkan lagi pada tiga-empat bulan ke depan, mengingat fakta bahwa kita baru saja menerima keputusan karantina wilayah,”

“Sepak bola tidak bisa kembali sebab sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan stadion, seperti polisi dan pelayanan ambulans, tidak akan tersedia sampai beberapa bulan ke depan. Mereka jelas bakal sibuk di setiap rumah sakit dan menjaga mereka yang terbaring lemah, yang paling membutuhkan,” ujar Neville kepada CNN.

Legenda Manchester United itu sadar bahwa ada sangat banyak pihak yang merugi jika sepakbola tak dilanjutkan kembali. Namun, yang harus dipikirkan dan diutamakan sekarang ini adalah kesehatan serta keselamatan semua orang.

“Kesehatan tetap yang utama, baik itu kesehatan fans, para pemain, staf, orang-orang yang memasuki stadion. Hal yang paling penting adalah kita baru akan menghadapi krisis paling besar untuk negara ini [UK],” tandasnya.

Premier League sendiri terbilang ‘terlambat’ melakukan tindakan preventif ini. Ketika Mikel Arteta (Pelatih Arsenal) dan Callum Hudson Odoi (Pemain Chelsea) telah positif terjangkit Corona, barulah mereka menunda kompetisi.

Pablo Mari Ingin Bertahan Lama di Arsenal

Meski baru memasuki bulan ketiga sejak bergabung dengan Arsenal, bek Brazil, Pablo Mari mengaku sudah betah di klub London tersebut.

Arsenal memang mendatangkan bek anyar pada kesempatan bursa transfer musim dingin Januari kemarin. Pemain tersebut tidak lain adalah Pablo Mari, yang mereka beli dari klub Brazil, Flamengo.

Pemain berusia 23 tahun tersebut dipinjam selama setengah musim, dengan opsi pembelian permanen pada musim panas mendatang.

Artinya, Pablo Mari merupakan rekrutan pertama Arsenal dibawah arahan Mikel Arteta. Tak lama berselang, datang Cedric Soares yang dibeli dari Southampton pada deadline day bursa transfer tengah musim.

Sejauh ini, faktanya Pablo Mari belum begitu banyak mendapat kesempatan bermain di Arsenal. Dia baru bermain di dua pertandingan saja. Namun demikian, sang pemain mengaku tetap bahagia bersama klub Premier League tersebut.

Bahkan, Pablo Mari ingin bertahan lama di klub London utara, karena merasakan atmosfer yang positif sejauh ini.

“Saya ingin bermain di salah satu liga terbaik di dunia dan sekarang saya di sini. Saya akan melakukan yang terbaik bagi tim, klub, meraih banyak kemenangan dan juga untuk fans agar mereka bisa menikmatinya bersama saya. Saya ingin bermain selama bertahun-tahun di sini bersama Arsenal. Saat ini saya merasa sangat bahagia,” ujar Mari seperti dikutip Goal International.

Lebih lanjut, sang defender berharap agar Arsenal bisa membelinya secara permanen pada bursa transfer musim panas mendatang.

“Ya, tentu saja. Saya sangat bahagia di sini,” jawab Mari ketika ditanya apakah ia ingin statusnya di Arsenal menjadi permanen.

Karena bertekad bisa bertahan lama di Arsenal, Pablo Mari lantas bertekad untuk melakukan yang terbaik di sisa musim ini.

“Saya akan mencoba dan melakukan yang terbaik hingga akhir musim. Saya juga berharap klub senang dengan saya dan kemudian kita akan mencari solusi yang baik untuk semuanya,” tukasnya.

Arsenal sendiri terancam kembali gagal bermain di ajang Liga Champions Eropa musim depan setelah tersingkir dari ajang Liga Europa. Di klasemen sementara Premier League, mereka juga duduk di posisi ke-9.

Liverpool Haram Kalah dari Chelsea

Gerard Houllier tidak khawatir saat melihat bekas tim asuhannya, Liverpool, menelan kekalahan atas Watford. Namun ia memberi peringatan bahwa sebuah klub besar tidak pernah merasakan pengalaman kalah dalam dua laga beruntun.

Siapa saja pasti mengakui bahwa Liverpool adalah klub terbaik pada kampanye musim 2019/20 ini. Bagaimana tidak ? Pasukan Jurgen Klopp memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 22 poin atas rival terdekat, Manchester city.

Selain keunggulan poin yang sangat tegas tersebut, Liverpool juga faktanya belum menelan kekalahan sampai akhirnya menjalani pekan ke-28 melawan Watford, Minggu kemarin (01/03).

Pada awalnya, Tim Marseyside diprediksi tidak akan kesulitan menang di markas Watford mengingat tuan rumah berada di Zona Degradasi pada klasemen sementara.

Tapi siapa sangka, pada akhirnya Liverpool telan kekalahan dengan skor telak 0-3. Meski demikian, Liverpool masih tetap punya peluang besar untuk memenangkan gelar Premier League musim ini.

Gerard Houllier selaku mantan pelatih The Reds sama sekali tidak mempermasalahkan kekalahan tersebut. Kekalahan dari Watford menurutnya bukanlah akhir dari dunia.

“Pada hari itu saya berpikir kalau Watford memiliki intensitas yang lebih besar dalam permainan mereka. Namun ini bukanlah akhir dari dunia. Hal ini kerap terjadi,” ujar Houllier kepada talkSPORT.

Hanya saja, yang dicemaskan adalah pertandingan berikutnya melawan Chelsea. Dia berharap agar Liverpool tidak kalah lagi. Jika kalah dua kali secara beruntu, makan the Reds dianggapnya bukan tim besar.

“Pertandingan berikutnya adalah yang paling penting untuk Liverpool. Sebuah tim besar tidak menelan kekalahan dua kali secara berturut-turut. Itulah yang saya pikirkan,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Liverpool akan menghadapi Chelsea dalam babak putaran kelima Piala FA tengah pekan ini. Laga tersebut akan digelar di Anfield. Jika bicara di atas kertas, tentu saja Liverpool tampak lebih unggul dibandingkan pasukan Frank Lampard.

Barulah setelah itu, The Reds akan berhadapan dengan Bournemouth dalam lanjutan Premier League tiga hari berselang.

Dengan sisa 10 pertandingan musim ini, rasanya sulit bagi Manchester City memangkas jarak dengan Liverpool yang ada di puncak klasemen.