Erling Haaland Cedera, Borussia Dortmund Harap Cemas

Sudah jatuh lagi tertimpa tangga, kiasan yang tepat untuk menggambarkan situasi Borussia Dortmund saat ini setelah melalui pekan ke-28 Bundesliga Jerman.

Sebagaimana diketahui, Dortmund memainkan pekan ke-28 Bundesliga Jerman Selasa dinihari WIB kemarin (26/05) melawan sang rival abadi, Bayern Munchen.

Bermain di Signal Iduna Park, harusnya tim arahan Lucien Favre lebih diunggulkan menang meski tanpa kehadiran penonton, namun kenyataannya mereka justru takluk dengan skor akhir 0-1. Adalah Joshua Kimmich yang mencetak gol semata wayang tim tamu dalam laga tersebut.

Kekalahan ini jelas mengecewakan, terlebih melihat fakta bahwa salah seorang pemain andalan mereka, Erling Braut Haaland mengalami cedera dalam laga bertajuk Der Klasiker tersebut.

Sang pemain harus ditarik keluar saat memasuki menit ke-27, lantaran cedera membuatnya tak bisa melanjutkan pertandingan.

Ia terlihat bergerak dengan canggung setelah melakukan peregangan setelah menerima umpan silang dari bintang Dortmund lainnya, Jadon Sancho.

Mengenai cedera pemain andalannya tersebut, pelatih Lucien Favre tidak bisa berbicara banyak.

“Saya tidak berpikir dia akan lama keluar. Dia mengalami cedera lutut. Kami saat ini tidak tahu persis apa itu,” kata pelatih Borussia Dortmund, Lucien Favre.

Yang jelas, cederanya Haaland menjadi kabar buruk bagi Die Borussen. Pasalnya, sejak didatangkan dari RB Salzburg pada bursa transfer musim dingin Januari 2020 kemarin, yang bersangkutan tampil konsisten.

Sejauh ini Haaland telah mencetak 10 gol untuk Dortmund dalam delapan pertandingan di ajang Bundesliga Jerman.

Selain itu, kekalahan dari Bayern Munchen juga mematahkan rekor positif Borussia Dortmund, yang telah mengemas enam kemenangan beruntun sebelumnya.

Pertandingan yang digelar tanpa penonton ini, seperti mengurangi semangat tim tuan rumah bermain cemerlang di Signal Iduna Park. Meski situasi ini dibantah Lucien Favre.

Dengan kekalahan tersebut, Dortmund kini tertinggal lebih jauh lagi dari puncak klasemen sementara yang diduduki Bayern Munchen. Sang rival kini unggul 7 poin, dan sisa musim ini tinggal enam pertandingan lagi.

Berikutnya, pasukan Lucien Favre akan berhadapan dengan Hertha BSC dalam lanjutan Bundesliga Jerman pekan depan.

Kontraknya dengan Legia Gdansk Akan Segera Berakhir, Ini Kata Egy

Bintang Timnas Indonesia U-22, Egy Maulana Vikri saat ini sedang berada di tahun terakhir kontraknya bersama dengan klub Polandia, Lechia Gdansk. Lantas, apa rencana sosok berusia 21 tahun tersebut kedepannya?

Sebagai informasi, Egy memang menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Dia direkrut oleh klub Polandia, Lechia Gdansk pada tahun 2017 lalu. Selama dua tahun terakhir, Egy tampil cemerlang bersama Lechia Gdansk.

Akan tetapi, waktu terus berjalan dan sekarang kontraknya bersama klub Polandia menyisakan satu tahun lagi. Egy lantas mulai jadi target sejumlah klub Indonesia, namun sang bintang muda itu masih belum tertarik berkarir di Tanah Air.

Dia berharap tetap bisa berkarir di Eropa.

“Saya ingin tetap main di Eropa,” katanya ketika telewicara dengan Menpora Zainudin Amali melalui Instagram.

Bukan tanpa alasan, Egy masih ingin terus mengasah kemampuannya di atas lapangan, menimba ilmu di Eropa dan targetnya menembus skuat utama tim yang dibelanya.

“Ingin merasakan main di dalamnya, terus ingin meningkatkan ilmu, ingin masuk ke skuat inti,” imbuh pemain yang dijuluki Lionel Messi dari Indonesia itu.

Di Lechia Gdansk sendiri, Egy memang sulit menembus skuat utama, musim ini dia baru mencatat 3 penampilan saja. Tapi sang pemain menegaskan bahwa persaingan di Eropa memang tidak mudah, bahkan untuk masuk ke skuat cadangan saja sangat sulit.

Meski demikian, hal tersebut tak lantas mematahkan semangat Egy untuk tetap melanjutkan karirnya di Benua Biru.

“Untuk masuk ke-18 pemain yang akan main itu benar-benar sangat sulit, harus ekstra kerja keras. Yang pasti saya ingin bermain di Eropa, saya masih punya rasa penasaran,” ucap Egy Maulana Vikri.

Lantas, kemana tujuan Egy setelah meninggalkan Polandia? Sosok yang sempat diketahui dekat dengan Adiba ini mengaku ingin bergabung dengan klub Portugal atau Spanyol.

“Beberapa tahun ke depan kontrak saya habis. Kalau bisa saya mencoba di Liga Portugal dan Spanyol,” ujar Egy Maulana Vikri.

Liga Polandia sendiri memang sempat tertunda karena pandemi Corona, dan rencananya baru digelar lagi pada tanggal 29 Mei mendatang.

Arsenal Harus Jual Ozil, Lalu Beli Jack Grealish

Mantan pemain Arsenal, Kevin Campbell menyarankan bekas klubnya untuk membenahi skuat yang ada saat ini. Salah satu caranya dengan menjual playmaker asal Jerman, Mesut Ozil, lalu membeli gelandang muda potensial, Jack Grealish.

Sebagai informasi, Jack Grealish saat ini memang sedang menjadi incaran banyak klub besar Premier League. Tak lain hal tersebut dikarenakan performa gemilang sosok berusia 24 tahun tersebut bersama dengan Aston Villa.

Dari berita yang beredar di media-media Inggris, Manchester United disebut sebagai peminat utama sang pemain. Namun mereka tak kunjung merekrut gelandang asal Inggris itu, padahal ada kesempatan besar untuk melakukannya di musim dingin Januari kemarin.

Jelas fakta tersebut sama saja dengan membuka jalan bagi klub lain untuk mendapatkan servis sang gelandang. Terlebih lagi, peminat Jack Grealish ada banyak, dan Arsenal disebutkan sebagai salah satu diantaranya.

Sedangkan di satu sisi, Kevin Campbell menilai bahwa masa-masa Emas Mesut Ozil sudah berakhir. Hal ini terlihat dari performanya yang tampak menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan di sisi lain, usia mantan bintang Real Madrid itu juga sudah tidak muda lagi.

Karenanya, dia menyarankan agar Arsenal segera mengambil keputusan. Melepas pemain yang sudah mendekati masa akhir karir, lalu mendatangkan pemain lain yang masih muda dan punya masa depan cerah seperti Jack Grealish.

Selain itu, klub London Utara juga perlu mempertimbangkan nama James Maddison, bintang muda Inggris yang cemerlang bersama Leicester City.

“Arsenal butuh seseorang di tengah lapangan yang tidak hanya mampu menciptakan sesuatu, tapi juga bisa merusak permainan, memiliki kecepatan, kami merindukan itu. Ada perbincangan bahwa seharusnya kami mengejar Jack Grealish atau James Maddison.

‚ÄúTipe pemain seperti mereka akan mengembangkan Arsenal. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Ozil, tapi Ozil sedang berada di sisi yang salah dalam karirnya dengan kontrak tersisa satu tahun setelah ini,” ujar Campbell.

Namun, yang jadi pertanyaan adalah, mampukah Arsenal membuat para pemain tersebut tertarik untuk bergabung ke skuat Mikel Arteta? Pasalnya, klub sedang paceklik gelar dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga sulit menembus ajang Liga Champions Eropa.