Real Madrid Akan Tiru Cara Chelsea Kalahkan Manchester City

Tugas berat menanti Real Madrid, mereka harus menang dengan margin dua gol saat memainkan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa melawan Manchester City jika ingin lolos ke perempat final.

Tentu saja ini bukan tugas yang mudah, mengingat pasukan Pep Guardiola sangat kuat di berbagai sektor. Tapi itu bukan tugas yang mustahil, pasalnya Manchester City bukan tim yang tidak terkalahkan.

Chelsea bahkan sudah menunjukkan hal tersebut. Mereka tidak diunggulkan saat berhadapan dengan Citizen pada laga Premier League Jum’at kemarin (26/06). Tapi pasukan Frank Lampard justru berhasil menang dengan skor 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge stadium tersebut, Chelsea unggul lebih dulu berkat gol Christian Pulisic.

City sempat membalas dengan gol Kevin De Bruyne, tapi tuan rumah sukses mengakhiri laga dengan kemenangan setelah Willian mengeksekusi hadiah penalti dengan baik.

Bisa dikatakan, kemenangan Chelsea dalam laga itu tak lepas dari keberhasilan klub mengeksploitasi lemahnya lini belakang Manchester City.

Pada kekalahan tersebut, kedua gol Chelsea lahir dari kesalahan bek Man City. Benjamin Mendy membuat kesalahan atas gol pertama, yang membebaskan Christian Pulisic untuk melenggang dan mencetak gol pertama.

Kecepatan Pulisic adalah kunci penting kemenangan Chelsea. Bek-bek Man City sebenarnya juga cepat, tapi pada laga ini mereka kesulitan mengejar Pulisic. Skema serangan balik cepat yang dilakukan Chelsea juga tampak sangat efektif.

Bahkan, skema serangan balik tersebut juga yang membuat pemain bertahan City harus menjegal willian dan akhirnya wasit menunjuk titik putih penalti.

Itu berarti, Real Madrid bisa mengikuti cara Chelsea untuk mengalahkan pasukan Pep Guardiola. Andai benar pemain seperti Pulisic bisa diandalkan untuk mengobok-obok pertahanan City, maka Real Madrid harusnya bisa mengandalkan banyak pemain mereka.

Sebut saja Vinicius Junior, Eden Hazard, Marco Asensio, dan Gareth Bale, mereka semua punya kecepatan yang bahkan lebih baik dari Pulisic. Jika bek-bek Man City panik mengatasi serangan balik, Madrid bisa menggunakan gaya bermain yang memang jadi favorit mereka ini.

Timo Werner saja Tak Cukup antar Chelsea Jadi Juara

Dimitar Berbatov turut mengomentari transfer bintang muda Jerman, Timo Werner menuju Chelsea. Menurut mantan pemain Manchester United tersebut, Werner adalah pemain yang bagus, tapi dia seorang tak cukup membantu The Blues meraih target juara.

Timo Werner sendiri merupakan salah satu pemain andalan RB Leipzig dalam beberapa musim terakhir ini. Dia berhasil jadi mesin gol andalan klub Bundesliga Jerman tersebut, sehingga tak heran banyak raksasa Eropa yang berminat terhadap sang pemain.

Sempat dikaitkan sangat dekat dengan Liverpool, tapi Timo Werner akhirnya menentukan klub pilihannya. Ia resmi memilih bergabung dengan Chelsea dan dipastikan bakal jadi bagian dari raksasa Premier League tersebut musim depan.

Banyak pihak yang menyambut positif kabar kepindahan ini, termasuk diantaranya mantan pemain Manchester united, Dimitar Berbatov.

“Kita semua tahu bahwa ia akan pindah klub, dan pada awalnya ia dikaitkan dengan Liverpool namun ia memilih pindah ke Chelsea,” ujar Berbatov kepada Betfair.

Lebih lanjut, menurutnya Timo Werner bisa dihadapkan dengan dua peluang di Chelsea nanti. Peluang pertama dia langsung tampil bagus, sedang peluang kedua dia harus melalui proses adaptasi.

“Dia akan segera mengetahui mengenai klubnya dan juga Premier League. Ia akan tahu seperti apa sepakbola di Inggris dan ia juga akan tahu kapan ia akan mulai bermain.”

“Ada dua skenario untuk situasinya saat ini. Yang pertama adalah semuanya langsung nyetel sejak awal, di mana ia langsung mencetak gol dan assist seperti yang ia lakukan di Leipzig. Atau mungkin dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri di Premier League.” Tandasnya.

Hanya saja, satu hal yang pasti menurut Berbatov bahwa kedatangan Timo Werner seorang tidak lantas langsung membuat Chelsea bisa bersaing dalam perburuan gelar juara dan meraih trofi.

“Ingat, dia bukan Messi atau Ronaldo. Namun Chelsea memang sudah mengarah ke jalan yang benar dan mereka mungkin akan belanja lagi untuk memperkuat tim mereka. Namun saya merasa perekrutan Timo Werner itu adalah awalan yang bagus.” ujarnya.

Chelsea sendiri sebelumnya juga sudah membeli Hakim Ziyech dari Dortmund.

Borussia Dortmund Pasrah Kehilangan Jadon Sancho

Manchester United mendapatkan kabar gembira terkait dengan salah satu pemain incaran mereka pada bursa transfer mendatang, Jadon Sancho. Menurut informasi yang terdengar, Borussia Dortmund sudah ikhlas jika harus kehilangan sang winger.

Bintang Muda Timnas Inggris itu memainkan peran yang besar di skuat Borussia Dortmund dalam dua musim terakhir. Ia menjadi sosok yang mematikan saat bermain di sisi sayap Die Borussen, tak terkecuali di musim 2019/20 ini.

Jadi wajar saja jika dalam semusim terakhir ini, Jadon Sancho terus dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa. Klub Premier League, Manchester United disebut sebagai tim yang paling terdepan untuk mendapatkan servis pemain berusia 24 tahun tersebut.

Sebenarnya, pihak Dortmund semula enggan kehilangan Winger Timnas Inggris, akan tetapi Evening Standard mengklaim bahwa pihak Dortmund sudah berubah pikiran dan siap menjual Sancho. Menurut mereka, pihak Dortmund sudah menyerah untuk mencoba mempertahankan sang winger.

Mereka menilai sang winger belakangan mulai kehilangan fokus. Terutama setelah ia gencar diberitakan akan kembali ke Inggris musim depan. Karena alasan tersebut, Die Borussen menganggap bahwa sudah tidak ada gunannya untuk mempertahankan Jadon Sancho pada musim panas mendatang.

Hanya saja, masih dari laporan yang sama, hal tersebut bukan berarti juga bahwa Borussia Dortmund akan menurunkan nilai jual mereka untuk transfer Sancho. Mereka menilai Sancho adalah aset mereka yang berharga, sehingga tetap berencana melepasnya dengan mahar yang tinggi.

Dari beberapa kabar yang terdengar, pihak Borussia Dortmund hanya bersedia melepas Jadon Sancho lewat banderol tak kurang dari 116 Juta Poundsterling. Angka tersebut terbilang sangat tinggi bagi Manchester United.

Pasalnya, Kondisi finansial klub diyakini sedang goyah pasca pandemi Covid-19 menghantam. Begitu juga dengan klub-klub Premier League lainnya seperti Liverpool yang kabarnya ikut turun dalam perburuan Jadon Sancho.

Adapun, Jadon Sancho sendiri baru-baru ini mendapatkan sanksi dari DFL. Ia dijatuhi hukuman karena melanggar aturan lockdown, tidak menjaga jarak dengan orang di sekitar saat mencukur rambutnya. Namun, sanksi yang diberikan hanya berupa denda dan teguran dari pihak Borussia Dortmund.