PSG Gagal Juara, Suporter Rusuh di Kota Paris

Kota Paris sempat bersiap untuk mengadakan pesta perayaan gelar Juara Liga Champions Eropa pertama dalam sejarah klub. Tapi rencana itu berubah jadi kerusuhan menyusul kegagalan pasukan Thomas Tuchel di babak final.

Pada partai puncak, Les Parisiens berhadapan dengan Bayern Munchen di Stadio Da Luz, Lisbon Portugal. Laga yang berlangsung Dinihari WIB tadi (24/08) itu berakhir dengan skor 0-1, kemenangan Bayern Munchen.

Jelas kegagalan ini mengecewakan, hal tersebut juga diakui Presiden klub Nasser AL Khelaifi. Namun, dia tetap bangga karena mencapai final untuk pertama kalinya dalam sejarah adalah pencapaian hebat.

“Kami sedih, tapi tidak lupa bahwa kami melakukan banyak hal yang hebat musim ini,” ucap presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi.

Meski begitu, para suporter tidak bisa menerima kekalahan ini. Berdasar laporan jurnalis Goal International, Kieran Francis, Paris kini dilanda situasi yang buruk. Fans PSG patah hati, mereka pun berbuat rusuh di beberapa sudut kota.

“Ribuan suporter PSG berkumpul di dekat landmark untuk menyaksikan final dan menjadi patah hati saat tim mereka kalah 1-0 berkat sundulan Kingsley Coman di babak kedua,” tulisnya.

Mereka melakukan beberapa aksi anarkis termasuk membakar tempat sambah dan mobil tak dikenal di jalan raya. Tentu saja situasi ini sangat disayangkan, mengingat pandemi Virus Corona di kota Paris masih mencemaskan.

“Ada juga foto para pelaku yang melemparkan suar di Champs-Elysees. Tempat sampah juga terlihat terbakar saat suporter PSG berbaris di kawasan pejalan kaki,” tulisnya.

“Prancis masih dalam pandemi virus corona. Fans tetap berkumpul di Champs-Elysees dan di Parc des Princes meskipun Paris dinyatakan sebagai zona merah Covid-19,” tulis Kieran Francis.

Sebelumnya, Presiden Nasser Al Khelaifi berharap para fans tidak berkecil hati, karena faktanya ini adalah final pertama dalam sejarah klub, berbeda dengan Bayern yang memainkan 10 laga final sebelumnya.

“Kami kalah 0-1. Begitulah sepakbola. Ada beberapa hal kecil yang harus ditingkatkan. Ini adalah final pertama kami, ke-11 kalinya untuk Bayern,” ucap Nasser Al-Khelaifi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *