Xavi Hernandez Terang-Terangan Akui Ingin Tangani Barcelona

Legenda Spanyol, Xavi Hernandez tak bisa menutupi keinginannya untuk kembali ke mantan klub, Barcelona untuk menjadi pelatih Messi dkk suatu saat nanti.

Xavi Hernandez sendiri adalah salah satu Legenda besar Barcelona yang menghabiskan sebagian besar karirnya bersama Raksasa Catalan tersebut.

Dia adalah lulusan akademi La Masia milik Raksasa Catalan yang kemudian mulai menembus skuat utama sejak tahun 1998. Sepanjang membela tim utama Barcelona, karir Xavi sangat bagus dengan banyak gelar dan ban kapten di lengannya.

Pada tahun 2015 silam, Xavi akhirnya menyudahi perjalanannya bersama dengan Barcelona kemudian memilih terbang ke Qatar untuk membela Al Sadd. Keputusannya ini dibuat karena tidak ingin berhadapan dengan sang mantan klub di sisa karirnya.

Kemudian setelah gantung sepatu dari sepakbola sejak tahun 2018, Xavi kembali meneken kontrak kerja dengan klub yang sama untuk menjabat sebagai pelatih. Dengan kata lain, Al Sadd adalah klub pertamanya sebagai pelatih.

Baru dua tahun terjun ke dunia manajerial, Xavi sudah dikaitkan dengan kursi manajer Barcelona yang memang sempat lowong pada Januari lalu. Saat itu, klub memecat Ernesto Valverde.

Namun pada akhirnya Barca memilih Quique Setien karena disebutkan bahwa Xavi telah menolak tawaran tersebut. Namun kabar ini bisa dipastikan tidak benar.

Sang legenda mengakui bahwa menangani Barcelona adalah salah satu hal yang jadi impiannya sejak lama.

“Saya tidak menutupinya, saya selalu mengatakan itu, tujuan utama saya, ketika waktunya datang, adalah Barcelona,” buka

“Ini adalah rumah saya dan itu akan menjadi sebuah mimpin yang menjadi kenyantaan. Tapi, sekarang saya fokus pada Al Sadd, tidak sebar dengan musim baru,” kata Xavi dikutip dari Marca.

Xavi lantas kembali dikaitkan dengan Barcelona selepas berakhirnya kampanye musim ini. Namun yang bersangkutan enggan berkomentar dan meminta publik untuk menghormati Quique Setien.

“Anda harus menghormati Quique Setien dan saya berharap yang terbaik untuk tim,” katanya.

Xavi mengaku optimis dengan nasib Barcelona dibawah arahan mantan pelatih Real Betis tersebut musim depan.

“Tapi saya menyukai ide-ide Quique Setien, sekarang dan di tim-tim sebelumnya: mendominasi laga dan bermain sepakbola yang menarik. Kami sudah melihat laga yang indah di Barcelona bersama Setien,” kata Xavi.

Saat Banyak Yang Mengkritik De Gea, Scholes Membela

David De Gea dibanjiri kritik terkait dengan performa buruknya dalam pertandingan melawan Chelsea kemarin. Tapi menariknya, Paul Scholes yang biasanya ikut mengkritik sang kiper kini malah pasang badan.

Manchester United gagal melangkah ke babak final FA Cup musim ini setelah ditaklukan Chelsea pada babak semifinal. Pertandingan yang berlangsung di Wembley Stadium, pada senin dinihari WIB (20/07) tersebut berkesudahan dengan skor akhir 1-3, kemenangan Chelsea.

Bisa dikatakan, Manchester united kurang beruntung dalam pertandingan tersebut. Pasalnya dua dari tiga gol yang diciptakan Chelsea justru berawal dari blunder fatal penjaga gawang David De Gea. Sedangkan satu gol lagi tercipta karena aksi bunuh diri bek Harry Maguire.

De Gea jelas lebih disoroti, apalagi jika mengingat fakta bahwa kiper Spanyol sudah berulang kali melakukan Blunder musim ini.

Mantan kiper Spanyol tersebut lantas mulai dibanjiri kritik, dari para pandit sepakbola sampai sederet legenda klub.

Biasanya, Paul Scholes juga aktif mengkritik para pemain Manchester United di periode buruk seperti ini. Tapi anehnya, sosok yang juga merupakan legenda Setan Merah tersebut kini justru pasang badan terkait De Gea.

“Ya, dia sedang mengalami masa-masa yang buruk… tapi tanpa dia, United takkan finisi di 10 besar dalam enam tahun terakhir… dia akan segera kembali!” tulis Scholes pada fitur Instatory di media sosial Instagram miliknya.

Padahal, pelatih Ole Gunnar Solskjaer juga mengkritik performa De Gea dalam pertandingan tersebut, terutama terkait proses terjadinya gol kedua Chelsea. Namun, sang juru taktik menegaskan bahwa dia tetap percaya pada sang pemain.

“David tahu bahwa dia seharusnya bisa menyelamatkan itu 100 kali dari 100 peluang, tetapi begitulah sepak bola. Sudah selesai. Ayo move on. Saya tahu dia adalah orang yang punya mental kuat sebagai seorang kiper,” ucapnya.

Tampaknya, kiper Spanyol itu akan kembali dipercaya untuk mengawal gawang Manchester United saat bertemu West Ham di ajang Premier League. Rencananya, pertandingan tersebut akan berlangsung pada Kamis dinihari WIB mendatang (23/07).

Manchester United harus menang demi memperlebar peluang lolos ke Liga Champions Eropa musim depan.

Kacau! Legenda MU Ini Pernah Kepergok Mabuk Jelang Pertandingan

Para pemain sepakbola di Eropa sana dituntut untuk sangat disiplin, mereka tentu akan mendapat sanksi jika tidak.

Tapi namanya manusia, ada saja kesalahan yang dibuat, seperti Rio Ferdinand misalnya. Siapa sangka ternyata dulu sang legenda MU pernah kepergok dalam kondisi mabuk saat pertandingan akan berlangsung.

Pengalaman yang sebenarnya cukup konyol tersebut diceritakan Ferdinand dalam wawancara bersama BT Sports baru-baru ini. Mantan bek Timnas Inggris itu mengaku pernah kepergok bau alkohol saat pertandingan Manchester United.

Menariknya, sosok yang memergoki dia adalah penyerang andalan klub saat ini, Wayne Rooney.

“Saya ingat Wayne Rooney dalam satu pertandingan sekali dan dia berkata, ‘wow, Kamu bau alkohol’,” kata Ferdinand.

Lebih lanjut, Ferdinand mengakui bahwa di masa mudanya dulu, dia adalah sosok yang suka minum. Bahkan, kebiasaan buruknya itu sudah berlangsung sejak awal meniti karir di atas lapangan bersama West Ham United.

“Ketika saya masih muda, saya gila, saya bisa menghabiskan sehari dengan minum. Saya akan minum sekitar 10 gelas bir sebelum beralih ke vodka. Selama di West Ham, saya mengalami penurunan ingatan, orang-orang biasanya bertanya tentang hasil dan saya tidak akan mengingat skornya.” kata Ferdinand.

Tapi terlepas dari kontroversinya ini, Ferdinand tetap dianggap sebagai salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Manchester United. Pemain asal Inggris itu bisa dikatakan sebagai bek tengah yang komplet.

Dia tidak pernah gentar saat harus berduel dengan para pemain lawan di area pertahanan tim. Total sudah 503 penampilan dia catatkan bersama Manchester United di semua ajang selama periode 1995 sampai 2015.

Selama membela Setan Merha, Ferdinand berhasil mencicipi enam gelar Premier League, enam gelar Community Shield, tiga gelar Piala Liga Inggris, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub serta Liga Champions.

Dia sempat membela Queens Park Rangers sebelum akhirnya pensiun di tahun 2016. Setelah gantung sepatu, yang bersangkutan memutuskan bekerja sebagai pandit sepakbola Inggris dan sebagai komentator pertandingan.

Ferdinand juga kerap tampil di sosial media, celotehannya terkadang menyindir klub-klub rival MU.

Ole Gunnar Solksjaer Konfirmasi Cedera Victor Lindelof

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer akhirnya mengakui bahwa salah seorang bek andalannya, Victor Lindelof mengalami cedera saat ditarik keluar dari pertandingan melawan Bournemouth kemarin.

Manchester United menghadapi Bournemouth dalam lanjutan Premier League akhir pekan kemarin. Laga tersebut berhasil dimenangkan Setan Merah lewat skor telak 5-2, namun ada satu hal yang membuat para fans United merasa cemas.

Sebagai informasi, Victor Lindelof tampil sebagai starter dalam pertandingan tersebut, dia dipercaya bertandem dengan Harry Maguire di jantung pertahanan tim utama.

Tapi, saat jeda pertandingan, Solskjaer memutuskan untuk menarik keluar Lindelof. Sebagai gantinya, ia memasukkan Eric Bailly sejak awal babak kedua. Keputusan ini mengundang tanda tanya publik, tentang alasan sang pelatih melakukan pergantian tersebut.

Ada yang berspekulasi bahwa bek Timnas Swedia mengalami cedera sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan dan harus ditarik keluar. Spekulasi terebut kemudian dibenarkan oleh sang juru taktik.

“Victor merasakan sakit di bagian punggungnya,” beber Solskjaer kepada MUTV.

Namun, pelatih asal Norwegia ini mengklaim bahwa cedera yang dialami Lindelof itu sebenarnya tidak terlalu parah. Hanya saja, Solskjaer tidak mau ambil resiko cedera itu semakin parah, dan karena alasan tersebut dia menarik keluar sang pemain pada saat jeda.

“Victor mengalami masalah dengan punggungnya hari ini. Kami berharap cedera itu tidak terlalu parah. Dengan situasi itu kami tidak mau mengambil resiko. Jadi kami langsung menggantikannya.” Tandasnya.

Eric Bailly yang turun sebagai pemain pengganti tampil cukup bagus di sepanjang babak kedua. Bahkan, pelatih juga melayangkan sanjungan kepada bek asal Prancis itu. Menurutnya, Eric Bailly menunjukkan performa yang cukup apik.

“Eric bermain dengan baik hari ini. Dia mendapatkan kesempatan bermain selama 45 menit dan ia sebelumnya bermain melawan Norwich dan juga melawan West Brom [laga uji coba], jadi dia bermain dengan baik.” ujarnya.

Namun ada satu kesalahan fatal yang dilakukan oleh mantan pemain Villarreal, dimana yang bersangkutan melakukan handsball dalam kotak terlarang yang berbuntut pada hadiah penalti. Namun untungnya Setan Merah tetap berhasil meraih kemenangan.

Real Madrid Akan Tiru Cara Chelsea Kalahkan Manchester City

Tugas berat menanti Real Madrid, mereka harus menang dengan margin dua gol saat memainkan leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa melawan Manchester City jika ingin lolos ke perempat final.

Tentu saja ini bukan tugas yang mudah, mengingat pasukan Pep Guardiola sangat kuat di berbagai sektor. Tapi itu bukan tugas yang mustahil, pasalnya Manchester City bukan tim yang tidak terkalahkan.

Chelsea bahkan sudah menunjukkan hal tersebut. Mereka tidak diunggulkan saat berhadapan dengan Citizen pada laga Premier League Jum’at kemarin (26/06). Tapi pasukan Frank Lampard justru berhasil menang dengan skor 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge stadium tersebut, Chelsea unggul lebih dulu berkat gol Christian Pulisic.

City sempat membalas dengan gol Kevin De Bruyne, tapi tuan rumah sukses mengakhiri laga dengan kemenangan setelah Willian mengeksekusi hadiah penalti dengan baik.

Bisa dikatakan, kemenangan Chelsea dalam laga itu tak lepas dari keberhasilan klub mengeksploitasi lemahnya lini belakang Manchester City.

Pada kekalahan tersebut, kedua gol Chelsea lahir dari kesalahan bek Man City. Benjamin Mendy membuat kesalahan atas gol pertama, yang membebaskan Christian Pulisic untuk melenggang dan mencetak gol pertama.

Kecepatan Pulisic adalah kunci penting kemenangan Chelsea. Bek-bek Man City sebenarnya juga cepat, tapi pada laga ini mereka kesulitan mengejar Pulisic. Skema serangan balik cepat yang dilakukan Chelsea juga tampak sangat efektif.

Bahkan, skema serangan balik tersebut juga yang membuat pemain bertahan City harus menjegal willian dan akhirnya wasit menunjuk titik putih penalti.

Itu berarti, Real Madrid bisa mengikuti cara Chelsea untuk mengalahkan pasukan Pep Guardiola. Andai benar pemain seperti Pulisic bisa diandalkan untuk mengobok-obok pertahanan City, maka Real Madrid harusnya bisa mengandalkan banyak pemain mereka.

Sebut saja Vinicius Junior, Eden Hazard, Marco Asensio, dan Gareth Bale, mereka semua punya kecepatan yang bahkan lebih baik dari Pulisic. Jika bek-bek Man City panik mengatasi serangan balik, Madrid bisa menggunakan gaya bermain yang memang jadi favorit mereka ini.

Timo Werner saja Tak Cukup antar Chelsea Jadi Juara

Dimitar Berbatov turut mengomentari transfer bintang muda Jerman, Timo Werner menuju Chelsea. Menurut mantan pemain Manchester United tersebut, Werner adalah pemain yang bagus, tapi dia seorang tak cukup membantu The Blues meraih target juara.

Timo Werner sendiri merupakan salah satu pemain andalan RB Leipzig dalam beberapa musim terakhir ini. Dia berhasil jadi mesin gol andalan klub Bundesliga Jerman tersebut, sehingga tak heran banyak raksasa Eropa yang berminat terhadap sang pemain.

Sempat dikaitkan sangat dekat dengan Liverpool, tapi Timo Werner akhirnya menentukan klub pilihannya. Ia resmi memilih bergabung dengan Chelsea dan dipastikan bakal jadi bagian dari raksasa Premier League tersebut musim depan.

Banyak pihak yang menyambut positif kabar kepindahan ini, termasuk diantaranya mantan pemain Manchester united, Dimitar Berbatov.

“Kita semua tahu bahwa ia akan pindah klub, dan pada awalnya ia dikaitkan dengan Liverpool namun ia memilih pindah ke Chelsea,” ujar Berbatov kepada Betfair.

Lebih lanjut, menurutnya Timo Werner bisa dihadapkan dengan dua peluang di Chelsea nanti. Peluang pertama dia langsung tampil bagus, sedang peluang kedua dia harus melalui proses adaptasi.

“Dia akan segera mengetahui mengenai klubnya dan juga Premier League. Ia akan tahu seperti apa sepakbola di Inggris dan ia juga akan tahu kapan ia akan mulai bermain.”

“Ada dua skenario untuk situasinya saat ini. Yang pertama adalah semuanya langsung nyetel sejak awal, di mana ia langsung mencetak gol dan assist seperti yang ia lakukan di Leipzig. Atau mungkin dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri di Premier League.” Tandasnya.

Hanya saja, satu hal yang pasti menurut Berbatov bahwa kedatangan Timo Werner seorang tidak lantas langsung membuat Chelsea bisa bersaing dalam perburuan gelar juara dan meraih trofi.

“Ingat, dia bukan Messi atau Ronaldo. Namun Chelsea memang sudah mengarah ke jalan yang benar dan mereka mungkin akan belanja lagi untuk memperkuat tim mereka. Namun saya merasa perekrutan Timo Werner itu adalah awalan yang bagus.” ujarnya.

Chelsea sendiri sebelumnya juga sudah membeli Hakim Ziyech dari Dortmund.

Borussia Dortmund Pasrah Kehilangan Jadon Sancho

Manchester United mendapatkan kabar gembira terkait dengan salah satu pemain incaran mereka pada bursa transfer mendatang, Jadon Sancho. Menurut informasi yang terdengar, Borussia Dortmund sudah ikhlas jika harus kehilangan sang winger.

Bintang Muda Timnas Inggris itu memainkan peran yang besar di skuat Borussia Dortmund dalam dua musim terakhir. Ia menjadi sosok yang mematikan saat bermain di sisi sayap Die Borussen, tak terkecuali di musim 2019/20 ini.

Jadi wajar saja jika dalam semusim terakhir ini, Jadon Sancho terus dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa. Klub Premier League, Manchester United disebut sebagai tim yang paling terdepan untuk mendapatkan servis pemain berusia 24 tahun tersebut.

Sebenarnya, pihak Dortmund semula enggan kehilangan Winger Timnas Inggris, akan tetapi Evening Standard mengklaim bahwa pihak Dortmund sudah berubah pikiran dan siap menjual Sancho. Menurut mereka, pihak Dortmund sudah menyerah untuk mencoba mempertahankan sang winger.

Mereka menilai sang winger belakangan mulai kehilangan fokus. Terutama setelah ia gencar diberitakan akan kembali ke Inggris musim depan. Karena alasan tersebut, Die Borussen menganggap bahwa sudah tidak ada gunannya untuk mempertahankan Jadon Sancho pada musim panas mendatang.

Hanya saja, masih dari laporan yang sama, hal tersebut bukan berarti juga bahwa Borussia Dortmund akan menurunkan nilai jual mereka untuk transfer Sancho. Mereka menilai Sancho adalah aset mereka yang berharga, sehingga tetap berencana melepasnya dengan mahar yang tinggi.

Dari beberapa kabar yang terdengar, pihak Borussia Dortmund hanya bersedia melepas Jadon Sancho lewat banderol tak kurang dari 116 Juta Poundsterling. Angka tersebut terbilang sangat tinggi bagi Manchester United.

Pasalnya, Kondisi finansial klub diyakini sedang goyah pasca pandemi Covid-19 menghantam. Begitu juga dengan klub-klub Premier League lainnya seperti Liverpool yang kabarnya ikut turun dalam perburuan Jadon Sancho.

Adapun, Jadon Sancho sendiri baru-baru ini mendapatkan sanksi dari DFL. Ia dijatuhi hukuman karena melanggar aturan lockdown, tidak menjaga jarak dengan orang di sekitar saat mencukur rambutnya. Namun, sanksi yang diberikan hanya berupa denda dan teguran dari pihak Borussia Dortmund.

Erling Haaland Cedera, Borussia Dortmund Harap Cemas

Sudah jatuh lagi tertimpa tangga, kiasan yang tepat untuk menggambarkan situasi Borussia Dortmund saat ini setelah melalui pekan ke-28 Bundesliga Jerman.

Sebagaimana diketahui, Dortmund memainkan pekan ke-28 Bundesliga Jerman Selasa dinihari WIB kemarin (26/05) melawan sang rival abadi, Bayern Munchen.

Bermain di Signal Iduna Park, harusnya tim arahan Lucien Favre lebih diunggulkan menang meski tanpa kehadiran penonton, namun kenyataannya mereka justru takluk dengan skor akhir 0-1. Adalah Joshua Kimmich yang mencetak gol semata wayang tim tamu dalam laga tersebut.

Kekalahan ini jelas mengecewakan, terlebih melihat fakta bahwa salah seorang pemain andalan mereka, Erling Braut Haaland mengalami cedera dalam laga bertajuk Der Klasiker tersebut.

Sang pemain harus ditarik keluar saat memasuki menit ke-27, lantaran cedera membuatnya tak bisa melanjutkan pertandingan.

Ia terlihat bergerak dengan canggung setelah melakukan peregangan setelah menerima umpan silang dari bintang Dortmund lainnya, Jadon Sancho.

Mengenai cedera pemain andalannya tersebut, pelatih Lucien Favre tidak bisa berbicara banyak.

“Saya tidak berpikir dia akan lama keluar. Dia mengalami cedera lutut. Kami saat ini tidak tahu persis apa itu,” kata pelatih Borussia Dortmund, Lucien Favre.

Yang jelas, cederanya Haaland menjadi kabar buruk bagi Die Borussen. Pasalnya, sejak didatangkan dari RB Salzburg pada bursa transfer musim dingin Januari 2020 kemarin, yang bersangkutan tampil konsisten.

Sejauh ini Haaland telah mencetak 10 gol untuk Dortmund dalam delapan pertandingan di ajang Bundesliga Jerman.

Selain itu, kekalahan dari Bayern Munchen juga mematahkan rekor positif Borussia Dortmund, yang telah mengemas enam kemenangan beruntun sebelumnya.

Pertandingan yang digelar tanpa penonton ini, seperti mengurangi semangat tim tuan rumah bermain cemerlang di Signal Iduna Park. Meski situasi ini dibantah Lucien Favre.

Dengan kekalahan tersebut, Dortmund kini tertinggal lebih jauh lagi dari puncak klasemen sementara yang diduduki Bayern Munchen. Sang rival kini unggul 7 poin, dan sisa musim ini tinggal enam pertandingan lagi.

Berikutnya, pasukan Lucien Favre akan berhadapan dengan Hertha BSC dalam lanjutan Bundesliga Jerman pekan depan.

Kontraknya dengan Legia Gdansk Akan Segera Berakhir, Ini Kata Egy

Bintang Timnas Indonesia U-22, Egy Maulana Vikri saat ini sedang berada di tahun terakhir kontraknya bersama dengan klub Polandia, Lechia Gdansk. Lantas, apa rencana sosok berusia 21 tahun tersebut kedepannya?

Sebagai informasi, Egy memang menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Dia direkrut oleh klub Polandia, Lechia Gdansk pada tahun 2017 lalu. Selama dua tahun terakhir, Egy tampil cemerlang bersama Lechia Gdansk.

Akan tetapi, waktu terus berjalan dan sekarang kontraknya bersama klub Polandia menyisakan satu tahun lagi. Egy lantas mulai jadi target sejumlah klub Indonesia, namun sang bintang muda itu masih belum tertarik berkarir di Tanah Air.

Dia berharap tetap bisa berkarir di Eropa.

“Saya ingin tetap main di Eropa,” katanya ketika telewicara dengan Menpora Zainudin Amali melalui Instagram.

Bukan tanpa alasan, Egy masih ingin terus mengasah kemampuannya di atas lapangan, menimba ilmu di Eropa dan targetnya menembus skuat utama tim yang dibelanya.

“Ingin merasakan main di dalamnya, terus ingin meningkatkan ilmu, ingin masuk ke skuat inti,” imbuh pemain yang dijuluki Lionel Messi dari Indonesia itu.

Di Lechia Gdansk sendiri, Egy memang sulit menembus skuat utama, musim ini dia baru mencatat 3 penampilan saja. Tapi sang pemain menegaskan bahwa persaingan di Eropa memang tidak mudah, bahkan untuk masuk ke skuat cadangan saja sangat sulit.

Meski demikian, hal tersebut tak lantas mematahkan semangat Egy untuk tetap melanjutkan karirnya di Benua Biru.

“Untuk masuk ke-18 pemain yang akan main itu benar-benar sangat sulit, harus ekstra kerja keras. Yang pasti saya ingin bermain di Eropa, saya masih punya rasa penasaran,” ucap Egy Maulana Vikri.

Lantas, kemana tujuan Egy setelah meninggalkan Polandia? Sosok yang sempat diketahui dekat dengan Adiba ini mengaku ingin bergabung dengan klub Portugal atau Spanyol.

“Beberapa tahun ke depan kontrak saya habis. Kalau bisa saya mencoba di Liga Portugal dan Spanyol,” ujar Egy Maulana Vikri.

Liga Polandia sendiri memang sempat tertunda karena pandemi Corona, dan rencananya baru digelar lagi pada tanggal 29 Mei mendatang.

Arsenal Harus Jual Ozil, Lalu Beli Jack Grealish

Mantan pemain Arsenal, Kevin Campbell menyarankan bekas klubnya untuk membenahi skuat yang ada saat ini. Salah satu caranya dengan menjual playmaker asal Jerman, Mesut Ozil, lalu membeli gelandang muda potensial, Jack Grealish.

Sebagai informasi, Jack Grealish saat ini memang sedang menjadi incaran banyak klub besar Premier League. Tak lain hal tersebut dikarenakan performa gemilang sosok berusia 24 tahun tersebut bersama dengan Aston Villa.

Dari berita yang beredar di media-media Inggris, Manchester United disebut sebagai peminat utama sang pemain. Namun mereka tak kunjung merekrut gelandang asal Inggris itu, padahal ada kesempatan besar untuk melakukannya di musim dingin Januari kemarin.

Jelas fakta tersebut sama saja dengan membuka jalan bagi klub lain untuk mendapatkan servis sang gelandang. Terlebih lagi, peminat Jack Grealish ada banyak, dan Arsenal disebutkan sebagai salah satu diantaranya.

Sedangkan di satu sisi, Kevin Campbell menilai bahwa masa-masa Emas Mesut Ozil sudah berakhir. Hal ini terlihat dari performanya yang tampak menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan di sisi lain, usia mantan bintang Real Madrid itu juga sudah tidak muda lagi.

Karenanya, dia menyarankan agar Arsenal segera mengambil keputusan. Melepas pemain yang sudah mendekati masa akhir karir, lalu mendatangkan pemain lain yang masih muda dan punya masa depan cerah seperti Jack Grealish.

Selain itu, klub London Utara juga perlu mempertimbangkan nama James Maddison, bintang muda Inggris yang cemerlang bersama Leicester City.

“Arsenal butuh seseorang di tengah lapangan yang tidak hanya mampu menciptakan sesuatu, tapi juga bisa merusak permainan, memiliki kecepatan, kami merindukan itu. Ada perbincangan bahwa seharusnya kami mengejar Jack Grealish atau James Maddison.

“Tipe pemain seperti mereka akan mengembangkan Arsenal. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Ozil, tapi Ozil sedang berada di sisi yang salah dalam karirnya dengan kontrak tersisa satu tahun setelah ini,” ujar Campbell.

Namun, yang jadi pertanyaan adalah, mampukah Arsenal membuat para pemain tersebut tertarik untuk bergabung ke skuat Mikel Arteta? Pasalnya, klub sedang paceklik gelar dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga sulit menembus ajang Liga Champions Eropa.