Pep Guardiola Ingin City Tiru Real Madrid

Jelang pertandingan melawan Real Madrid, pelatih Manchester City Pep Guardiola tampak begitu antusias. Dia bahkan ingin agar Citizen bisa meniru jejak Los blancos sebagai tim tersukses di ajang Liga Champions Eropa.

Sebagaimana diketahui, Manchester City akan bertandang ke Santiago Bernabeu guna melakoni pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa tengah pekan besok, Kamis (27/02). Berbicara tentang prestasi kedua tim di panggung Eropa, kedua tim ini memiliki nasib yang berbeda.

Real Madrid berhasil menjadi ‘Raja’ Liga Champions Eropa dengan mengoleksi 13 trofi juara, yang terbanyak dalam sejarah. Sementara itu Manchester city belum pernah sekalipun memenangkan gelar juara di ajang tahunan ini.

Tentu saja ekspektasi meninggi dibawah komando Pep Guardiola, terutama setelah City menjuarai Premier League selama dua musim beruntun. Selama periode tersebut, Pep belum pernah mengantarkan City meraih gelar Liga Champions Eropa.

Berbicara mengenai hal tersebut, mantan pelatih Barcelona ini lantas menegaskan bahwa salah satu faktor untuk bisa menjuarai Liga Champions adalah pengalaman. Sedangkan saat ini, klub hanya memiliki segelintir pemain yang punya pengalaman tersebut.

“Mungkin Claudio [Bravo] pernah menjuarai Liga Champions dan pemain lainnya. Kami tidak punya banyak pemain yang pernah menjuarainya. Tapi kami butuh hasrat untuk bisa memenangkannya dan menjadi diri sendiri,” ujar Guardiola dikutip dari Goal International.

Lepas dari itu, Pep Guardiola menyatakan kekagumannya terhadap Real Madrid. Meski dulu, Real Madrid adalah rival baginya sebagai pelatih Barcelona, tapi kini sang manajer ingin agar Citizen bisa meniru jejak sang ‘raja’ Liga Champions Eropa tersebut.

“Mereka adalah klub yang ingin kami tiru serta imitasi dan kami harus bisa berada di sana. Saya ingin ke sana dan pada akhir permainan berkata ‘Kami adalah kami’. Inilah yang terpenting dalam kompetisi seperti ini,”

“Bagi kami berada di sini sangatlah menyenangkan, bagus dan kami akan mencoba melakukan yang terbaik, tahu bahwa kami bermain melawan tim yang telah memenangkan Liga Champions 13 kali dan rajanya,” pungkasnya.

Adapun Real Madrid terakhir kali menjuarai Liga Champions Eropa di musim 2017/18 lalu, kala itu mereka berhasil kalahkan Liverpool di babak final.

Masa Depan Icardi ? Wanda Nara Beri Jawaban Seperti Ini

Bagaimana masa depan striker Argentina, Mauro Icardi saat ini masih jadi tanda tanya. Meski performanya bersama Paris Saint-Germain terbilang moncer, tapi belum ada tanda-tanda sang pemain akan ditebus secara permanen oleh raksasa Ligue 1 Prancis tersebut.

Sebagai informasi, Icardi memutuskan untuk mengakhiri perjalanannya bersama Inter Milan yang telah berjalan selama enam tahun. Mantan pemain Sampdoria tersebut sepakat untuk menjalani masa pinjaman bersama Paris Saint-Germain selama musim 2019/20 bergulir.

Sejak bergabung, Icardi langsung tampil gemilang bersama dengan Les Parisiens. pemain berumur 27 tahun itu mengantongi 19 gol dan empat assist dari 28 kali penampilan di semua kompetisi. Bahkan, Icardi berhasil menggeser Edinson Cavani dari skuat utama Les Parisiens.

Jika ingin menebus Icardi secara permanen, PSG bisa menebusnya senilai 70 Juta Pounds di akhir musim.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada tanda-tanda bahwa Paris Saint-Germain akan membayar jasa Icardi secara permanen. Tak ayal, masa depan sang pemain masih jadi teka-teki sampai saat ini. Apakah dia akan permanen di PSG atau bergabung dengan klub lain.

Ada yang menyebut bahwa Icardi bisa jadi incaran Juventus pada musim panas mendatang, dan dia juga mungkin kembali ke Inter Milan. Bicara mengenai hal ini, Agen sekaligus istri Icardi, Wanda Nara mengaku masih buta.

“Akankah Mauro pindah ke Juventus? Saya tidak tahu. Saya tak tahu apakah tahun depan kami akan kembali ke Milan atau Paris. Dalam sepak bola, anda tidak akan pernah tahu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wanda Nara mengakui bahwa sepenuhnya keputusan ada di tangan Icardi sendiri, lantaran sang pemain yang tahu apa yang terbaik untuknya di masa mendatang.

“Dia akan memilih dan kami akan mengikutinya. Sulit bagi anda untuk berdebat karena saya mengenal Mauo dengan sangat baik dan tahu persis apa yang ia inginkan sebagai pesepakbola. Itulah yang membuatnya menjadi seorang pria yang hebat. Saya akan mengikuti pilihannya sebagai istri dan juga agennya untuk pengamanan ekstra,” pungkasnya.

Selain Juventus, Manchester United kabarnya juga tertarik untuk memboyong servis penyerang Argentina tersebut.

Emre Can Resmi Permanen Gabung Borussia Dortmund

Jelas sudah masa depan gelandang Internasional Jerman, Emre Can. Setelah sebelumnya hanya dipinjam dari Juventus, kini Borussia Dortmund resmi menebus klausul pelepasan eks Liverpool itu secara permanen.

Sebagaimana diketahui, Emre Can memang bergabung dengan Borussia Dortmund pada bursa transfer musim dingin Januari lalu. Yang bersangkutan sendiri sepakat untuk menjalani sisa musim 2019/20 ini sebagai pemain pinjaman bersama klub Bundesliga Jerman.

Kendati terdapat klausul pembelian permanen di akhir musim nanti, tapi tampak tidak ada kepastian. Jika performanya menurun sewaktu-waktu, ia bisa jadi dikembalikan ke Juventus. Sedang di Italia, jasa Emre Can jarang digunakan, dia bahkan tak masuk skuat Liga Champions pasukan Maurizio Sarri.

Untungnya, ia tampil apik bersama klub besutan Lucien Favre tersebut. Ia langsung bermain sebanyak tiga kali di semua ajang dan membukukan satu gol, yang di mana ia ciptakan dengan indah ke gawang Bayer Leverkusen beberapa pekan lalu.

Berkat performanya yang terbilang memuaskan tersebut, Dortmund tak berpikir panjang. Kurang dari sebulan setelah dipinjam dari Juventus, raksasa Bundesliga Jerman itu lantas menebus klausul pelepasan eks Liverpool secara permanen.

Menurut informasi yang terdengar, Die Borussien harus membayar uang sejumlah 25 juta euro sebagai kompensasi kepindahan Emre Can secara permanen kepada Juventus. Tidak ada konfirmasi resmi mengenai harga, tapi dipercaya angka tersebutlah yang dibayarkan Dortmund kepada Juve.

Bisa dikatakan, ini adalah solusi bagi Emre Can setelah perjalanan karirnya di Juventus tidak berjalan mulus. Kehadiran gelandang berkualitas seperti Adrien Rabiot, Miralem Pjanic, dan juga Blaise Matuidi membuatnya tersisih dari pasukan Maurizio Sarri.

Bahkan, yang bersangkutan juga tidak masuk dalam skuat Liga Champions Eropa arahan mantan pelatih Chelsea tersebut. Tak sampai disitu, ketika Miralem Pjanic cedera, Sarri tidak menunjuk Emre Can sebagai pengganti, melainkan Rodrigo Bentancur.

Juventus sendiri, dari aspek finansial, bisa dikatakan untung dalam kasus ini. Pasalnya, mereka mendatangkan Can dari Liverpool pada tahun 2018 tanpa biaya alias gratis karena kontraknya bersama the Reds telah berakhir.

Tapi tentu itu tidak masalah, karena sekarang semua pihak merasa diuntungkan, termasuk Borussia Dortmund sendiri.

Menang Tipis, Setien Sangat Puas Lihat Performa Barca

Barcelona memetik tiga poin dari pertandingan melawan Real Betis dinihari WIB tadi, berkat kemenangan tipis 3-2. Kendati menang tipis, manajer anyar Quique Setien tampak sangat puas dengan performa para pemainnya dalam laga tersebut.

Seperti diketahui, Barcelona bertandang ke Estadio Benito Villamarin guna berhadapan dengan tuan rumah Real Betis, Senin dinihiari WIB (10/02). Dalam duel jornada ke-23 La Liga Spanyol tersebut, Barcelona berhasil mempercundangi tuan rumah dengan skor akhir 2-3.

Bermain sebagai tim tamu, Barcelona lebih dulu tertinggal pada menit ke-6 lewat gol Canales dari titik putih. Frenkie de Jong lantas menyamakan kedudukan pada menit ke-9 usai menerima umpan terukur dari Lionel Messi.

Di pertengahan babak pertama, Nabil Fekir membawa tuan rumah kembali unggul. Sergio Busquest menyamakan kedudukan jelang ditutupnya babak pertama. Pada pertengahan babak kedua, Clement Lenglet berhasil mencetak gol ketiga Barcelona, yang sekaligus menyegel kemenangan.

Bisa dikatakan, Barcelona menghadapi lawan yang sulit dalam pertandingan tersebut. Namun konsistensi performa yang ditunjukkan Messi dkk membuat raksasa Catalan tetap berhasil membawa pulang tiga angka.

Tak heran jika selepas pertandingan, pelatih Quique Setien tampak begitu puas dengan performa para pemainnya.

“Saya sangat menyukai performa tim ini. Anda harus memberi apresiasi atas apa yang sudah mereka tampilkan. Ada hal-hal yang bisa kita lakukan dengan cara lebih baik, tetapi saya merasa senang,” Demikian ujar Quique Setien dikutip dari Marca.

Selain tiga poin, kemenangan atas Real Betis bisa dikatakan membawa kepercayaan diri Barcelona kembali. Mengingat, selama beberapa pekan terakhir ini raksasa Catalan diterpa sejumlah isu tak sedap. Termasuk diantaranya konflik internal antara Messi dan Abidal.

Terlepas dari performa para pemainnya, pelatih Quique Setien juga menilai bahwa tuan rumah Real Betis tampil bagus sepanjang laga tersebut.

“Mereka memaksa kami untuk benar-benar tampil menekan sejak menit pertama, tetapi mereka punya pemain dengan kualitas yang bagus. Nabil Fekir tampil luar biasa dan sulit untuk merebut bola darinya, tetapi kami akhirnya menemukan momen kami,” tutup sang juru taktik.

Sadio Mane Menepi Sampai Jeda Musim Dingin

Liverpool sempat dibuat cemas dan was-was dengan kondisi winger andalan mereka, Sadio Mane. Pemain Senegal tersebut mengalami cedera dalam laga melawan Wolverhampton akhir pekan kemarin. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa cedera Mane tak begitu parah, bahkan yang bersangkutan sudah bisa kembali mentas selepas Jeda Musim Dingin.

Sadio Mane bermain sejak menit pertama pada pertandingan melawan Wolverhampton akhir pekan kemarin. Liverpool sendiri berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 2-1, namun kemenangan itu juga harus dibayar mahal dengan cederanya pemain Senegal. Mantan pemain Southampton ini kesakitan di tengah-tengah laga dan akhirnya ditarik keluar.

Setelah pertandingan tersebut, pelatih Jurgen Klopp mencoba bersikap tenang dan mengatakan bahwa cedera Mane tidak terlalu parah. Kabar ini tentu melegakan fans The Reds, pasalnya Mane adalah salah satu pemain penting bagi tim kesayangan mereka.

Tes medis kemudian dilakukan, dan ternyata cedera Mane sedikit lebih buruk dari dugaan awal, tapi harapannya dia tidak perlu menepi terlalu lama. Liverpool beruntung, cedera Mane tiba saat libur jeda musim dingin tiba. Dengan kata Lain, Mane hanya akan melewatkan laga melawan West Ham dan Southampton di ajang Premier League.

Setelah itu, Liverpool akan libur bertandinga selama kurang lebih dua pekan. Waktu libur tersebutpun bisa dimanfaatkan Mane untuk fokus memulihkan kondisinya. Kabar inipun dikonfirmasi oleh manajer Liverpool, Jurgen Klopp.

“Sadio tidak akan terlibat untuk pertandingan lawan West Ham dan mungkin Southampton. Setelahnya dia akan kembali ke jalur yang tepat. Dia menderita otot robek yang cukup serius. Kami beruntung itu tidak terlalu serius. Dia bakal absen selama tiga pertandingan,” ujar Klopp dikutip sebagaimana dilansir situs resmi Liverpool.

Liverpool sendiri sejatinay sudah mengantisipasi situasi seperti ini. Klopp bisa sedikit lebih tenang karena memiliki Takumi Minamino, yang bisa diminta mengisi posisi Mane. Minamino mungkin masih butuh waktu beradaptasi, tapi setidaknya kehadirannya bisa membuat lawan waspada. Apalagi, dua pertandingan berikutnya tampak tak begitu sulit.

Di satu sisi, Liverpool juga masih unggul 16 poin atas rival terdekat mereka, Manchester city di klasemen sementara Premier League.

Bukan Sir Alex, Ini Sosok Manajer Terbaik Dalam Sejarah Liga Inggris

Sir Alex Ferguson boleh saja mencatatkan dirinya sebagai pelatih dengan gelar Premier League terbanyak dalam sejarah, namun eks pelatih Cardiff City, Neill Warnock tak lantas menganggapnya sebagai pelatih terbaik dalam sejarah Liga Inggris. Menariknya, Warnock justru menganggap eks pelatih Arsenal, Arsene Wenger sebagai yang terbaik.

Sir Alex Ferguson mulai menangani Manchester United sejak 1987 kemudian memutuskan pensiun pada tahun 2013 silam. Selama periode tersebut, dia berhasil mempersembahkan banyak gelar juara untuk Setan Merah, termasuk 12 gelar Liga Primer Inggris dan dua trofi Liga Champions Eropa. Kini dia dikenang sebagai pelatih legendaris klub Manchester tersebut.

Sedangkan Arsene Wenger sendiri menghabiskan waktunya selama dua dekade untuk melatih Arsenal. Ia tiba di Inggris pada tahun 90an dan baru cabut dari London pada tahun 2018. Wenger pun tercatat menjalani laga Premier League lebih banyak dari manajer lainnya (828 kali). Berbeda dengan Sir Alex yang persembahkan 12 gelar Liga, Wenger justru hanya memberikan 3 gelar Liga saja untuk Arsenal.

Namun demikian, faktanya pelatih asal Prancis itu adalah satu-satunya sosok pelatih dalam sejarah kompetisi yang mencatatkan rekor tak terkalahkan alias Invincibles tepatnya di musim 2003/04 silam. Total, The Gunners tak terkalahkan dalam 49 pertandingan. Neil Warnock bekerja sebagai pelatih selama empat dekade. Ia kemudian memilih lima manajer terhebat sepanjang masa yang berkarir di Premier League.

Yang bersangkutan lebih memilih Arsene Wenger untuk berada di urutan pertama ketimbang Sir Alex. Lepas dari raihan prestasi, manajer asal Prancis menurutnya telah membawa angin perubahan untuk sepakbola Inggris secara keseluruhan.

“Dihitung dari Liga ini dimulai, jika saya memilih lima manajer teratas saya, saya akan menempatkan Arsene Wenger di nomor satu, hanya karena ia mengubah seluruh pandangan pemain sepak bola modern. Ia membawa begitu banyak hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya – ahli gizi, kebugaran, video, teknologi,”

“Jadi saya pikir Wenger mengubah seluruh arah jalan sepak bola ketika ia datang ke Premier League,” ujar Warnock pada talkSPORT.

Menariknya, Sir Alex Ferguson justru berada di posisi ke empat, sedangkan posisi ke-2 dan ke-3 secara berurutan diduduki Pep Guardiola dan Jurgen klopp.

Nani Ternyata Sempat Nyaris Gabung Juventus

Mantan bintang Timnas Portugal, Luis Nani baru-baru ini mengungkapkan sebuah fakta yang jarang diketahui publik, bahwa di masa lalu dia sempat nyaris bergabung dengan raksasa Serie A Italia, Juventus. Kesempatan tersebut menghampirinya saat masih berkostum Manchester United, tapi pada akhirnya gagal terwujud.

Nani sendiri cukup lama bermain untuk Manchester United, dia merapat ke Old Trafford pada bursa transfer musim panas tahun 2007 silam. Karena sama-sama berasal dari Sporting CP, tak ayal dirinya kerap disandingkan dengan bintang utama klub, Cristiano Ronaldo. Awalnya, Nani kerap jadi andalan, namun seiring berjalannya waktu dia mulai diabaikan.

Masalahnya adalah karena cedera yang dialami sang pemain sejak 2012 yang kemudian mengganggu performanya. Penampilannya terus menurun sejak saat itu. Dan sekarang, pria berumur 33 tahun tersebut sedang memperkuat salah satu klub MLS yakni Orlando City. Di Amerika Serikat, Nani berhasil mengemas 12 gol dari 30 penampilannya.

Karirnnya di Manchester United sendiri berakhir di tahun 2013, Nani sempat dipinjamkan ke Sporting CP, sebelum kemudian resmi dilepas permanen ke Fenerbahce. Padahal, sempat ada peluang bagi sang Winger untuk mencoba karir di Italia bersama Juventus, bahkan saat itu kesepakatan antara United dengan Klub Serie A sudah tercapai.

Namun, di menit-menit terakhir, Manchester United secara sepihak membatalkan transfer tersebut.

“Saat saya baru sembuh, saya akan pindah ke Juventus. Semua berjalan dengan baik. Juventus menginginkan saya. Direktur berkata ya, pelatih berkata ya. Dan pada menit-menit akhir, di detik terakhir, saat bursa transfer ditutup, mereka berkata: ‘Tidak, kami tak inginkan itu lagi, kami takkan membiarkan Nani pergi’,” Beber Nani kepada Tribuna Expresso.

Nani Bingung dengan keputusan klubnya itu, dia tentu saja merasa kecewa, terlebih Juventus terus berkembang sejak saat itu sampai sekarang, menjadi langganan juara Scudetto delapan musim terakhir secara beruntun.

“Saya bertanya kenapa. ‘Tidak, anda bertahan di sini. Anda takkan pergi’. Saya kecewa, kami berdebat. Namun saat saya sadar telah bertahan, saya bicara ke direktur dan berkata: ‘Saya di sini tahun ini, akan melakukan yang terbaik, anda menunjukkan bahwa saya berharga, terima kasih banyak,” tambahnya.

Ditahan Imbang Bilbao, Real Madrid Hanya Kurang Beruntung

Real Madrid gagal terus memepet puncak klasemen sementara La Liga Spanyol setelah hanya meraih satu poin dalam pertandingan melawan Athletic Bilbao akhir pekan kemarin. Namun, kiper Thibaut Courtois tak mau dipusingkan dengan kegagalan tersebut, baginya Real Madrid hanya tidak dinaungi keberuntungan saja.

Real Madrid menjamu Athletic Bilbao dalam lanjutan La Liga Spanyol Jornada ke-18 akhir pekan kemarin. Dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Santiago bernabeu tersebut, Los Blancos gagal meraih poin penuh, setelah skor kacamata tak berubah sampai pluit panjang dibunyikan wasit.

Bermain di depan puluhan ribu pendukung setia mereka, Los Blancos mendominasi jalannya pertandingan. Bahkan, statistik menunjukkan bahwa Los Blancos menguasai hampir 70 persen penguasaan bola. Akan tetapi, sayang skor 0-0 tak berubah sampai pertandingan berakhir. Hasil ini jelas mengecewakan bagi Real Madrid.

Akan tetapi, kiper Thibaut courtois merasa bahwa Real Madrid hanya tidak dinaungi keberuntungan, sehingga gagal meraih kemenangan dalam laga tersebut.

“Kami memiliki peluang untuk menyelesaikan pertandingan. Keberuntungan tidak ada di pihak kami, saya pikir ada tiga gol dan melewatkan peluang, tetapi kiper lawan juga pantas mendapatkan kredit. Sayang sekali kami tidak mendapatkan tiga poin. Athletic kebobolan beberapa gol dan kami harus berhati-hati saat serangan balik karena mereka punya peluang juga.” kata Courtois di situs resmi Real Madrid.

Tapi bagaimanapun, hasil imbang melawan Athletic Bilbao kemarin menjadi hasil imbang ketiga secara beruntun yang diraih Real Madrid dalam tiga laga terakhirnya. Sebelum ini, mereka juga hanya bermain imbang melwan sang rival Barcelona. Namun, Courtois percaya tim arahan Zinedine Zidane akan segera mendapati hasil yang lebih baik.

“Kami memiliki tiga pertandingan intens dalam seminggu dan berpeluang untuk memenangkan ketiganya, tetapi kami hanya mendapat tiga poin. Tetapi saya tahu kami memiliki kualitas yang cukup untuk mencetak gol. Secara defensif kami cukup bagus, tapi memang kami menghambat diri sendiri” tutupnya.

Adapun, hasil imbang ini membuat Real madrid kian tertinggal dari puncak klasemen sementara. Barcelona berhasil meraih kemenangan atas Deportivo Alaves, yang artinya kini Los Blancos tertinggal dua poin dari sang rival.